PSG Tumbang dari Paris FC Jelang Final Liga Champions

Share

Paris Saint-Germain menelan kekalahan 1-2 dari Paris FC pada laga pekan terakhir Liga Prancis di Stade Jean-Bouin, Senin (18/5/2026) dini hari WIB. Hasil minor dalam pertandingan derby ibu kota ini menjadi sinyal waspada bagi Les Parisiens menjelang laga final Liga Champions melawan Arsenal akhir bulan nanti.

Klub asuhan Luis Enrique sebenarnya sempat memimpin lebih dulu melalui sepakan terukur Bradley Barcola pada menit ke-50 setelah memanfaatkan operan Fabian Ruiz. Namun, Paris FC bangkit dan membalikkan keadaan melalui dua gol Alimany Gory pada menit ke-76 dan masa injury time menit ke-90+4.

Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi PSG dari rival sekotanya itu setelah sebelumnya disingkirkan dari babak 32 besar Piala Prancis pada Januari lalu. Meski demikian, hasil tersebut tidak mengubah posisi PSG yang telah mengunci gelar juara Ligue 1 musim ini dengan koleksi 76 poin.

Selain kekalahan, laga ini memicu kecemasan setelah penyerang Ousmane Dembele ditarik keluar pada menit ke-27 akibat ketidaknyamanan pada betis kanan. Berdasarkan laporan jurnalis RMC Sport Fabrice Hawkins, pergantian tersebut merupakan tindakan pencegahan agar cedera sang pemain tidak memburuk.

Manajer PSG Luis Enrique langsung memberikan respons terkait performa tim dan situasi kebugaran penyerangnya setelah pertandingan usai.

"Standar di babak pertama sungguh rendah. Inilah yang terjadi kalau bermain tanpa intensitas dan ambisi," ujar Enrique kepada Ligue 1+.

Pelatih asal Spanyol tersebut menyayangkan ketiadaan motivasi anak asuhnya, meski hasil pertandingan sudah tidak memengaruhi posisi klasemen.

"Ada banyak alasan, tetapi saya tidak suka alasan. Saya tahu sulit untuk memainkan laga seperti ini karena apa motivasinya? Tidak ada motivasi. Tetapi berbeda saat Anda bermain untuk Paris Saint-Germain," kata Enrique.

Enrique juga tetap menuntut profesionalisme dari anak asuhnya dan merasa kecewa dengan penampilan tim secara keseluruhan.

"Anda bisa kalah, tetapi saya selalu mengharapkan lebih dari para pemain. Itulah arti profesionalisme bagi saya. Mereka memiliki niat, tetapi tanpa intensitas, sulit untuk bermain sepak bola. Hari ini, kami perlu termotivasi, dan itulah mengapa saya kecewa," tutur Enrique.

Terkait kondisi Dembele, Enrique mencoba meredakan kepanikan pendukung menjelang laga krusial di Eropa.

“I think it’s just fatigue. What we’re talking about today is just speculation, but I don’t think it’s anything serious, and there are still two weeks left.” tutur Enrique kepada media.

Mengenai situasi medis tersebut, Enrique menegaskan kembali bahwa kepastian kondisi sang pemain masih harus menunggu pemeriksaan lanjutan.

“Tidak ada yang perlu dikatakan tentang Ousmane; kita harus menunggu sampai besok (Senin) untuk mengetahui pasti apa yang terjadi, tetapi saya pikir itu hanya kelelahan." kata Enrique.

Enrique juga menilai waktu dua minggu yang tersisa masih cukup aman bagi pemenang Ballon d'Or 2025 tersebut.

"Apa yang kita katakan hari ini hanyalah spekulasi, tetapi saya rasa itu tidak rumit, dan masih ada dua minggu lagi (sebelum final Liga Champions),” ucap Enrique.

Menanggapi kekecewaan sang pelatih, gelandang PSG Joao Neves menegaskan komitmen tim untuk segera membenahi penampilan mereka.

"Kami tidak suka kalah dalam laga seperti itu. Saya pikir dia (Enrique) memiliki sikap yang tepat saat ini karena kami tak bermain sebaik yang seharusnya, kami tak berhasil melakukan hal-hal yang biasanya kami lakukan, dan kami akan belajar dari kesalahan-kesalahan ini," ujar Neves.

Neves memastikan bahwa fokus skuad PSG kini sepenuhnya tertuju pada partai puncak di Hungaria.

"Kami akan meningkatkan performa untuk final karena ini adalah laga terakhir musim ini bagi kami. Kami ingin tiba di Budapest (lokasi final Liga Champions) dengan PSG yang dalam kondisi terbaik," jelas Neves.

Kondisi kebugaran Dembele yang musim ini mencetak 19 gol dan 11 assist dari 39 laga juga dipantau ahli terapi fisik Physio Scout, Serhan Segitmen.

“Jadi final Liga Champions, PSG melawan Arsenal. Jelas, Ousmane Dembele merasakan sedikit nyeri dan harus keluar lapangan. Sekali lagi, pada saat seperti ini di musim ini, semua orang cukup khawatir tentang seberapa parah cedera tersebut." kata Segitmen seperti dikutip dari Arsenal Insider.

Segitmen memperkirakan bahwa masalah otot ringan ini tidak akan menghalangi sang winger untuk tampil di final.

“Namun, masih sekitar 2 minggu lagi atau kurang. Tetapi dari apa yang kami dengar di media Prancis, sepertinya hanya rasa tidak nyaman di betisnya atau rasa tidak nyaman di otot mana pun,” tutur Segitmen.

Segitmen menambahkan bahwa tim medis klub akan mengupayakan proses pemulihan terbaik agar sang pemain siap bertanding.

“Hal ini terkadang bisa salah diterjemahkan. Media Prancis mengatakan bahwa dia mengalami cedera otot ringan, yang sebenarnya sedikit lebih buruk daripada sekadar rasa tidak nyaman." kata Segitmen.

Pihak medis memprediksi sang pemain sayap dapat diturunkan menghadapi The Gunners.

"Jadi, kami masih mempertimbangkan langkah pencegahan, dan saya pikir mereka akan melakukan segala yang mereka bisa untuk mempersiapkannya menghadapi final Liga Champions. Jadi, dalam dua minggu atau kurang, saya pikir dia akan siap,” ucap Segitmen.

Pertandingan final Liga Champions antara PSG melawan Arsenal dijadwalkan berlangsung di Budapest pada 30 Mei 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author