Prabowo Subianto Resmikan Proyek LNG Abadi Masela Senilai Rp376 Triliun
Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek LNG Abadi Masela secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/7/2026). Proyek strategis nasional ini akhirnya mulai dibangun setelah melalui proses persiapan selama hampir tiga dekade sejak tahun 1998.
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri seremonial tersebut secara langsung di Kepulauan Tanimbar, Maluku, akibat adanya agenda penting lain di Jakarta.
"Sebab itu saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa ditinggalkan di pusat terpaksa saya hadir melalui video conference ini tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Ketidakhadirannya tersebut dinilai sebagai janji yang harus segera ditebus kepada masyarakat setempat. Kepala Negara berkomitmen untuk menjadwalkan kunjungan kerja ke wilayah Maluku dalam waktu dekat.
"Tentunya ini merupakan utang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut. Insyaallah saya akan melunasi utang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Dilansir dari Detik Finance, proyek bernilai investasi sekitar US$ 20,9 miliar atau setara Rp376,2 triliun ini digarap oleh perusahaan migas asal Jepang, Inpex, yang bermitra dengan Pertamina dan Petronas. Infrastruktur gas ini ditargetkan mampu menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta memproduksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari.
Hingga awal Juli 2026, kemajuan tahapan Front End Engineering Design (FEED) proyek ini dilaporkan telah mencapai 79,56 persen, melampaui target awal yang ditetapkan. Pengembang kini berfokus menyelesaikan perizinan strategis dan desain fasilitas utama demi mencapai keputusan investasi final atau Final Investment Decision (FID) yang dijadwalkan pada akhir tahun 2026.