DLHK Banten Temukan Limbah Perusahaan Cemari Sungai Ciujung
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten menemukan indikasi pencemaran dari limbah domestik serta aktivitas industri yang menyebabkan air Sungai Ciujung di Kabupaten Serang berubah warna menjadi hitam pada Kamis (16/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pemeriksaan laboratorium oleh pihak berwenang menunjukkan bahwa mayoritas zat pencemar di sungai tersebut dikategorikan sebagai limbah rumah tangga. Evaluasi ini mencakup penilaian terhadap tingkat kebutuhan oksigen hayati dan kimiawi di dalam air.
"Hasil uji kita di lab, itu memang ada kebayanyak BOD (Biochemical Oxygen Demand) COD (Chemical Oxygen Demand)-nya. BOD COD itu adalah limbah domestik. Bisa dari masyarakat, bisa dari UMKM, misal orang yang jualan dibuang ke kali, ke drainase, hingga mengalir," kata Wawan Gunawan, Kepala DLHK Provinsi Banten.
Selain limbah rumah tangga, pengawasan langsung di lapangan juga menyasar dua produsen kertas besar di area aliran sungai tersebut, yakni PT Indah Kiat dan PT Cipta Paperia. Berdasarkan pemantauan tersebut, PT Cipta Paperia diduga kuat melakukan pembuangan limbah ke aliran Sungai Ciujung.
"Kita ke lapangan langsung. Hasilnya ya memang ada limbah yang dibuang," kata Wawan Gunawan, Kepala DLHK Provinsi Banten.
Terkait tindak lanjut pelanggaran industri ini, DLHK Provinsi Banten melimpahkan urusan pemberian sanksi kepada pihak eksekutif di tingkat daerah. Langkah ini diambil karena izin operasional perusahaan berada di bawah yurisdiksi pemerintah setempat.
"Nah, karena PT Paperia ini menjadi kewenangan kabupaten/kota, sehingga sanksinya nanti ada di kabupaten/kota," kata Wawan Gunawan, Kepala DLHK Provinsi Banten.
Pihak dinas mengungkapkan bahwa entitas bisnis tersebut memiliki rekam jejak pelanggaran yang berulang di saluran air. Otoritas lingkungan mengklaim telah mendeteksi aktivitas pembuangan ilegal yang sama secara berulang kali.
"Sementara ini yang PT itu yang selalu bermasalah," kata Wawan Gunawan, Kepala DLHK Provinsi Banten.
Faktor alam turut memperburuk kondisi visual air sungai yang menggelap akibat penurunan volume air selama periode kemarau. Pasokan air dari hulu yang bersumber dari Waduk Karian menuju Pamarayan mengalami pembatasan volume alir akibat dampak fenomena cuaca El Nino.
"Kenapa sekarang Sungai Ciujung mungkin hitam. Karena situasi El Nino panas begini. Air dari hulunya itu kan dari Waduk Karian masuk ke Pamarayan.
Dari Waduk Karian itu hanya dialirkan debitnya di musim kemarau itu hanya sedikit. Nol koma sekian lah yang mengalir nanti dari Pamarayan, dikeluarkannya hanya sedikit," kata Wawan Gunawan, Kepala DLHK Provinsi Banten.