Australia Janji Lindungi Hak Cipta Karya Seni dari Kecerdasan Buatan
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berkomitmen untuk melindungi hak milik intelektual para penulis, musisi, seniman, dan jurnalis dari eksploitasi pelatihan teknologi kecerdasan buatan (AI) tanpa izin.
Komitmen tersebut disampaikan Albanese dalam pidatonya mengenai perkembangan kecerdasan buatan yang berlangsung di Universitas Sydney pada Rabu, 15 Juli 2026.
"must retain ownership and control of their work. Our laws will spell that out plain as day." kata Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.
Ia menegaskan pentingnya kendali penuh para pencipta karya atas penggunaan materi mereka oleh perusahaan teknologi besar.
"no company should use Australian books, music, art or news to build or train AI without the artist’s control. That includes the artist’s control of the price and value of their work […] Anything less, is theft" ujar Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.
Menurutnya, keterlibatan aktif negara menjadi kunci utama demi mewujudkan jaminan perlindungan hak cipta yang paling kokoh di wilayah tersebut.
"for Australia to be active and involved" kata Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.
Langkah penegakan hukum ini dinilai mendesak mengingat banyaknya karya lokal yang telah dieksploitasi oleh model bahasa besar (LLM).
"Our rights as creators must be defended. Now big tech needs to come to the table and accept the facts." ujar Jennifer Mills, Ketua Australian Society of Authors.
Di sisi lain, belum ada tindakan terkoordinasi untuk mengatasi penyalinan data masif yang telah terjadi, seperti kasus basis data daring yang dirilis media The Atlantic pada 2025.
"got it right" kata Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.
Hingga kini, Australia belum merumuskan kesepakatan kompensasi finansial resmi antara perusahaan pengembang AI dengan lembaga pengelola hak cipta lokal.
"when it comes to AI training" ujar Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.
Pemerintah Australia menyatakan akan merancang regulasi mandiri untuk mengatasi tantangan hukum di era kecerdasan buatan ini.
"build the best possible solution for ourselves" kata Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.