Dokter Spesialis Saraf Ungkap Risiko Menyundul Bola Bagi Kesehatan Otak

Share

Aktivitas menyundul bola dalam pertandingan sepak bola ternyata menyimpan potensi risiko cedera pada otak meskipun tergolong sangat kecil bagi para pemain profesional.

Dilansir dari Detik Health pada Selasa (14/7/2026), dokter spesialis bedah saraf dari Lamina Hospital, dr Victorio, SpBS, menjelaskan bahwa tingkat risiko cedera kepala ini sangat dipengaruhi oleh penguasaan teknik menyundul yang benar.

Menurut penjelasan dr Rio, para pesepak bola elit yang rutin menjalani sesi latihan khusus umumnya tidak lagi merasakan sakit saat mengarahkan bola menggunakan kepala mereka.

"Karena mereka sudah punya teknik yang baik. Jadi bagaimana menyundul bola dengan kecepatan tinggi mungkin atau kecepatan sedang. Dilakukan tapi tidak sampai membuatnya nyeri," kata dr Rio kepada detikcom, Selasa (14/7/2026).

Sebaliknya, ancaman cedera otak justru mengintai kelompok pemain amatir yang belum memahami teknik menyundul secara aman saat bermain di lapangan.

Struktur anatomi tengkorak manusia juga memengaruhi tingkat kerawanan ini, di mana bagian belakang kepala menjadi area yang paling rentan karena memiliki struktur tulang yang paling sedikit dibandingkan area depan.

"Dan tadi berhubungan dengan sundul menyundul, kebetulan yang paling depan termasuk yang paling kuat. Makannya tidak bermasalah kalau yang bola," tutupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author