Militer AS Tembak Rudal ke Kapal Tanker Menuju Iran
Militer Amerika Serikat (AS) melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak kosong yang berlayar menuju Pulau Kharg di perairan internasional pada Kamis (16/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Tindakan tegas ini menjadi langkah pertama pasukan AS sejak pemberlakuan kembali blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pihak militer melakukan penindakan tersebut setelah mendeteksi pergerakan kapal kargo yang melintas di zona terlarang. Pelanggaran terhadap aturan blokade ini direspons langsung oleh otoritas pertahanan Amerika Serikat melalui komando wilayah mereka.
"Pasukan Komando Sentral AS (CENTCOM) memantau kapal M/T Belma berbendera Curacao yang sedang melintasi perairan internasional menuju Pulau Kharg," kata Komando Pusat AS, dilansir CNN, Kamis (16/7/2026).
Penembakan dilakukan karena kapal komersial tersebut tetap melaju meski telah menerima peringatan dari petugas. Penyerangan menggunakan kekuatan udara akhirnya diterapkan guna menghentikan laju kapal.
"Kapal komersial tersebut mengabaikan beberapa kali peringatan saat mencoba melanggar blokade AS. Sebuah pesawat militer AS melumpuhkan kapal tersebut setelah menembakkan rudal Hellfire ke cerobong asap kapal. Kapal tersebut kini tidak lagi melanjutkan pelayaran menuju Iran," katanya.
Aktivitas pengawasan di jalur laut ini berjalan intensif dengan hasil intervensi pada beberapa kapal lain. Penegakan hukum laut tersebut mencatat tingkat kepatuhan kapal yang berbeda-beda selama operasi berlangsung.
Komando Sentral AS menambahkan bahwa selama 24 jam pertama pemberlakuan blokade laut ini, pihaknya telah mengalihkan rute dua kapal komersial yang patuh dan melumpuhkan satu kapal yang tidak patuh.
Operasi ini merupakan kelanjutan dari kebijakan pengetatan maritim yang sempat dihentikan sementara waktu. Sebelumnya, kesepakatan bilateral sempat meredakan situasi di koridor perairan tersebut.
Selama blokade terakhir yang sebelumnya sempat dicabut setelah AS dan Iran menyepakati nota kesepahaman pada pertengahan Juni, AS mengeklaim telah mengalihkan rute 142 kapal dan melumpuhkan sembilan kapal yang tidak patuh dalam kurun waktu dua bulan.