DPR Soroti Kasus Pelajar Ledakkan Bom di MAN 3 Padang

Share

Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti kasus siswa berinisial R (17) yang membawa dan meledakkan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (14/7/2026). Peristiwa ledakan di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah tersebut diduga dipicu oleh tekanan psikologis akibat aksi perundungan yang kerap dialami pelaku dari teman-temannya. Dilansir dari Detikcom, barang diduga bom rakitan itu awalnya ditemukan oleh petugas keamanan sekolah dan tidak menimbulkan korban jiwa. Merespons kejadian tersebut, Alex Indra Lukman selaku Wakil Ketua Komisi IV DPR meminta pihak sekolah dan orang tua untuk lebih memperhatikan interaksi di lingkungan pendidikan serta menjaga ruang belajar yang kondusif.

"Tanggung jawab sekolah, bukan hanya terkait kurikulum pelajaran, tetapi juga interaksi di lingkungan sekolah baik itu antarsiswa maupun dengan guru-gurunya," kata Alex Indra Lukman dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).

Ketua PDIP Sumbar ini juga mengimbau agar orang tua mengambil peran lebih aktif di rumah dalam mendidik anak dan tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab tersebut kepada pihak sekolah semata. "Misalnya, tentang penanaman nilai-nilai kemanusiaan. Ini akan lebih membekas pada jiwa anak, jika dilakukan oleh orang tua di rumah," terang Alex Indra Lukman.

Lebih lanjut, legislator dari Daerah Pemilihan Sumbar I ini menekankan pentingnya pendidikan karakter agar anak terhindar dari perilaku negatif terhadap sesama temannya di sekolah. "With begitu, anak akan tumbuh dengan jiwa yang lebih toleran dan tidak suka menjahili teman-temannya dengan bully-an," tambah Alex Indra Lukman.

Terkait proses hukum yang sedang berjalan di Kepolisian Resor Kota Padang, Alex mengingatkan pihak penyidik untuk tetap memperhatikan regulasi mengenai perlindungan hak anak yang berlaku di Indonesia. Polda Sumbar mengonfirmasi bahwa motif tindakan nekat pelajar tersebut berakar dari intimidasi sosial yang diterimanya di lingkungan sekolah. "Iya betul korban bullying karena tekanan psikologi sering jadi objek ejekan teman-temannya ya, dia berbuat seperti itu," ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka menyatakan bahwa proses penanganan terhadap temuan benda yang diduga bom rakitan ini langsung dilakukan setelah mendapat laporan dari pihak keamanan sekolah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author