Spanyol Tundukkan Prancis 2-0 untuk Segel Tiket Final Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Spanyol berhasil melaju ke babak final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal di Stadion AT&T, Arlington, Texas, hari Selasa waktu setempat.

Kemenangan skuad La Roja dipastikan oleh eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 dan gol tendangan jarak dekat dari bek kanan Pedro Porro pada menit ke-58.

Hasil ini mengantarkan Spanyol ke partai puncak Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 16 tahun, sekaligus menggagalkan ambisi Prancis kembali ke final setelah menjadi finalis pada dua edisi sebelumnya secara beruntun.

Gelandang muda Spanyol, Lamine Yamal, tampil bersinar satu hari setelah ulang tahunnya yang ke-19 dengan memicu pelanggaran di kotak penalti yang berbuah gol pembuka.

"Hadiah ulang tahun terbaik buat saya adalah menang besok dan pergi ke New York," ujar penyerang Barcelona, Lamine Yamal.

Sebelum pertandingan semifinal tersebut berlangsung, Yamal memang secara terbuka mengutarakan impian terbesarnya untuk bisa merayakan kemenangan bersama timnas hingga laga final tanggal 19 Juli mendatang.

"Nama Yamal ternyata menakutkan buat para Bek Prancis. Terbukti dia dikawal 2 sampe 3 bek . Dan mengacaukan sisi kiri pertahanan Prancis. The next superstar," kata @arqanze93492.

Warganet di media sosial pun ramai memberikan pujian atas kematangan performa pemain muda Barcelona tersebut sepanjang pertandingan.

"Permainan dan sikapnya makin dewasa. Dilanggar keras dia tidak emosi, lebih mementingkan tim. Salut dah umur segitu udah bisa tinggalkan ego," ujar @dhimaz_rio2182.

Penonton juga menaruh harapan besar agar sang bintang muda dapat terus menjaga performanya di luar lapangan hijau agar potensinya tidak meredup.

"Berharap Yamal tidak terseret kehidupan hedon yg bakal merusak potensinya. Ada harapan dia bisa jadi bintang besar dg usianya yg msh sangat muda," harap @DewaYasmin.

Kemenangan atas tim kuat ini sekaligus melengkapi perjalanan impresif Spanyol yang sebelumnya telah menyingkirkan tim-tim raksasa Eropa lainnya.

"Setelah singkirkan Cristiano & Mbappe,apakah juga akan menyingkirkan Kane atau Messi?" tanya @wahjuwibowosby.

Sebagian publik bahkan memprediksi bahwa pemain berusia 19 tahun ini memiliki potensi besar untuk meraih penghargaan individu tertinggi di masa depan.

"Yang sangat saya suka dan perlu sekali digaris bawahi di sini adalah kematangan seorang pemain berusia 19 tahun. Gila asli. Asal ga ikut jejak kebiasaan buruk idolanya (Neymar) di luar lapangan, kayaknya memenangkan Ballon d'Or lebih dari sekali bukan hal yg mustahil bagi Yamal," kata @KipasErer.

Selain performa apik lini serang, bek kanan Pedro Porro terpilih sebagai pemain terbaik setelah mencetak gol kedua bagi Spanyol dan tampil kokoh di lini pertahanan.

"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Benar-benar mimpi terbesar saya. Saya sangat, sangat bahagia untuk tim ini. Sejak awal hingga akhir kami memainkan pertandingan yang luar biasa," ujar bek kanan Spanyol, Pedro Porro sebagaimana dilansir dari BBC Sport.

Pemain asal klub Tottenham Hotspur tersebut menegaskan bahwa keberhasilan ini diraih berkat kerja sama tim yang solid secara keseluruhan selama pertandingan.

"Kami melakukan segala yang mungkin hari ini untuk bisa lolos. Ini adalah kerja seluruh tim, bukan tentang saya. Saya ingin mengucapkan selamat kepada semua pemain karena telah menunjukkan performa luar biasa," tambah Porro.

Ia juga membeberkan strategi utama pertahanan Spanyol dalam meredam agresivitas serangan balik cepat yang menjadi andalan utama armada Prancis.

"Kami tahu bahwa penguasaan bola adalah salah satu hal yang bisa membawa kami lebih dekat ke final. Serangan balik mereka adalah kekuatan utama, dan menghentikan itu menjadi hal yang sangat penting," katanya.

Di sisi lain, kekalahan ini diakui secara ksatria oleh kubu Prancis yang merasa tidak mampu menampilkan permainan terbaik mereka di atas lapangan.

"Ini terutama kesalahan kami sendiri. Performa kami kurang maksimal dan serangan kami tidak seberbahaya yang seharusnya," nilai pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps seperti dilansir FIFA.

Ia juga menyoroti banyaknya kesalahan mendasar yang dilakukan para pemainnya sehingga menghentikan aliran bola krusial ke lini depan.

"Kami melakukan beberapa kesalahan teknis dalam operan yang sebenarnya bisa berujung pada peluang mencetak gol. Itulah kenyataan di level elite, meskipun hal itu menyakitkan," sambung Deschamps.

Deschamps juga tidak menutupi rasa kecewa mendalam yang dirasakan oleh skuad asuhannya setelah tersingkir di babak empat besar ini.

"Harus diakui bahwa hari ini performa teknis kami sedikit di bawah standar biasanya saat menghadapi tim yang benar-benar menguasai jalannya pertandingan," jelas Deschamps.

Dengan hasil ini, Spanyol dijadwalkan menghadapi pemenang laga antara Inggris dan Argentina di New York/New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2026) WIB, sedangkan Prancis akan melakoni laga perebutan tempat ketiga di Hard Rock, Miami.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author