Lini Serang Prancis Catat Rekor Terburuk Usai Disingkirkan Spanyol

Share

Lini depan tim nasional Prancis mencatatkan salah satu penampilan paling mengecewakan dalam beberapa tahun terakhir setelah ditumbangkan Spanyol 0-2 pada laga semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) pagi waktu setempat.

Kekalahan ini menyoroti tumpulnya barisan penyerang Les Bleus yang dihuni pemain-pemain bintang seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele. Skuad asuhan Didier Deschamps tersebut hampir tidak memberikan tekanan berarti bagi lini pertahanan Spanyol yang tampil sangat disiplin sepanjang laga.

Berdasarkan data Sofascore, Prancis hanya mengumpulkan angka harapan gol atau expected goals (xG) sebesar 0,30 dalam pertandingan ini. Angka tersebut menjadi statistik xG terendah kedua bagi Les Bleus dalam sebuah laga sepanjang empat turnamen mayor terakhir, termasuk gelaran Piala Dunia dan EURO.

Selain itu, untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1966, Prancis gagal menciptakan satu pun peluang emas dalam pertandingan fase gugur. Upaya serangan mereka terus digagalkan oleh barisan gelandang dan bek Spanyol.

Selama 90 menit laga berjalan, Prancis sebenarnya menguasai bola dan tidak sepenuhnya didominasi, tetapi mereka sangat minim kombinasi serangan yang tajam di sepertiga akhir lapangan. Pergerakan Mbappe dan Olise dijaga sangat ketat, sedangkan Dembele kesulitan memaksimalkan kecepatannya karena minimnya ruang gerak.

Kondisi lini serang Prancis kian diperparah oleh hilangnya fokus para pemain, seperti saat Mbappe melakukan pelanggaran terhadap kiper Unai Simon, serta tindakan Olise yang menjambak rambut Marc Cucurella sebelum akhirnya ditarik keluar lapangan.

Ketidakmampuan mencetak gol ke gawang Spanyol juga memutus rekor selalu mencetak gol dalam setiap laga yang dipegang Prancis sejak Maret 2025, ketika mereka kalah 0-2 dari Kroasia.

Padahal, menurut data Transfermarkt, trio penyerang Prancis yang terdiri dari Mbappe, Olise, dan Dembele memiliki nilai pasar fantastis yang mencapai hampir 500 juta euro. Namun, nilai pasar yang sangat besar tersebut terbukti gagal menembus pertahanan kokoh yang dibangun oleh skuad Spanyol.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author