Donald Trump Klaim Pemimpin Agung Iran Mojtaba Khamenei Meninggal
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Pemimpin Agung Iran Mojtaba Khamenei kemungkinan besar telah meninggal dunia akibat perang dalam sebuah wawancara pada Selasa (14/7/2026). Pernyataan tersebut memicu sorotan tajam setelah keberadaan Mojtaba menjadi tanda tanya publik selama beberapa bulan terakhir.
Dilansir dari Detikcom, Rabu (15/7/2026), Mojtaba dilaporkan tidak pernah muncul lagi secara fisik di hadapan publik sejak dilantik sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Maret lalu, bahkan absen dalam upacara pemakaman ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Laporan intelijen AS yang dikutip New York Post menyebutkan Mojtaba sempat terluka parah akibat serangan udara AS dan Israel yang juga menewaskan ayahnya pada 28 Februari lalu.
Sebelum klaim kematian ini muncul, Mojtaba sempat merilis pernyataan tertulis pascapemakaman sang ayah untuk menegaskan komitmen perlawanan negaranya.
"Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," kata Mojtaba Khamenei, Pemimpin Agung Iran dalam surat tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa perjuangan tersebut tidak bergantung pada kehadiran fisik dirinya maupun pejabat Iran lainnya.
"Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya, maupun pejabat-pejabat lainnya. Baik kami hadir atau tidak, hal itu akan terjadi," ucap Mojtaba Khamenei, Pemimpin Agung Iran.
Pernyataan tertulis itu kemudian diakhiri dengan ikrar untuk menuntut balas atas kematian para pemimpin dan martir Iran.
"Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela itu," tegas Mojtaba Khamenei, Pemimpin Agung Iran.
Di sisi lain, dalam wawancara bersama Fox News yang dilansir Anadolu Agency, Trump membeberkan pandangannya mengenai situasi militer Iran yang diklaimnya telah hancur total.
"Mereka tidak memiliki Angkatan Laut. Mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Semuanya sudah lenyap.
Pertahanan anti-pesawat mereka sudah musnah. Para pemimpin mereka semuanya telah tewas," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump juga menyinggung figur kepemimpinan Iran terdahulu dengan menyebut nama yang merujuk pada mendiang Ali Khamenei yang tewas awal tahun ini.
"Para pemimpin terbaik mereka telah tewas. Mereka sudah habis. Khomeini sudah tiada," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump kemudian menutup penjelasannya dengan langsung merujuk pada status putra Ali Khamenei, yakni Mojtaba.
"Putranya, 90 persen telah tiada," klaim Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.