Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Penampilan Prancis di Piala Dunia

Share

Kapten tim nasional Prancis Kylian Mbappe memecahkan rekor penampilan terbanyak untuk negaranya di Piala Dunia saat turun sebagai starter melawan Spanyol pada Selasa, 14 Juli 2026, di Stadion Dallas, Arlington, Amerika Serikat. Dilansir dari Fox Sports dan Get Football News Spain, laga semifinal ini menandai penampilan ke-21 Mbappe di turnamen tersebut, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Hugo Lloris dengan 20 pertandingan. Pencapaian internasional ini kontras dengan situasi Mbappe di tingkat klub bersama Real Madrid, di mana ia kerap menerima kritik dari para pendukungnya sendiri meski berhasil mencetak 42 gol dari 44 laga musim lalu.

"Ini adalah kehidupan," kata Mbappe mengenai reaksi negatif tersebut.

Pemain berusia 27 tahun itu menambahkan bahwa ia tidak boleh terpengaruh oleh kemarahan para pendukung klubnya. "Anda tidak bisa mengubah pikiran orang ketika mereka marah. Saya tidak boleh memasukkannya ke dalam hati," ujar Mbappe.

Ia juga menyadari bahwa sorotan tajam selalu mengiringi statusnya sebagai pemain bintang di klub besar Spanyol tersebut. "Ini adalah kehidupan seorang pemain Real Madrid, dan pemain terkenal seperti saya. Mereka tidak senang. Itulah satu-satunya cara untuk memahami siulan tersebut," tutur Mbappe.

Ketegangan antara sang pemain dan pendukung Real Madrid sempat diliput oleh media Prancis L'Equipe yang mewawancarai beberapa suporter di Madrid menjelang laga melawan Spanyol. "Kami berharap dia menunjukkan lebih banyak karakter, seperti apa yang dia tunjukkan bersama tim nasionalnya," kata salah satu suporter Real Madrid kepada L'Equipe. Perselisihan internal juga sempat terjadi di Real Madrid musim lalu saat Mbappe mengkritik pelatih interim kala itu, Alvaro Arbeloa, karena tidak memainkannya sejak awal setelah pulih dari cedera otot paha.

"Saya tidak bermain karena pelatih memberi tahu saya bahwa saya adalah penyerang pilihan keempat dalam skuad, di belakang (Franco) Mastantuono, Vinicius (Junior), dan Gonzalo (Garcia)," ujar Mbappe.

Alvaro Arbeloa segera memberikan bantahan terkait pernyataan penyerang andalannya tersebut kepada media. "Saya tentu tidak mengatakan hal seperti itu kepada Mbappe," bantah Arbeloa. Arbeloa menduga ada kesalahpahaman komunikasi dalam diskusi taktis sebelum pertandingan dimulai.

"Mungkin dia tidak memahami saya. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi kepada Anda. Sama sekali saya tidak pernah mengatakan kepadanya bahwa dia adalah penyerang pilihan keempat," tegas Arbeloa.

Arbeloa menegaskan bahwa pemilihan pemain murni merupakan wewenang penuh dirinya sebagai pelatih utama. "Saya adalah pelatihnya, dan sayalah yang memutuskan siapa yang bermain dan siapa yang tidak. Saya berbicara dengannya sebelum pertandingan. Saya tidak tahu bagaimana dia menafsirkan hal tersebut," tambah Arbeloa.

Setelah periode sulit tersebut, Real Madrid melakukan perombakan staf medis serta menunjuk Jose Mourinho sebagai manajer baru yang sempat berkelakar mengenai performa para pemainnya di Piala Dunia. Mourinho sempat berseloroh bahwa ia berharap para pemain Real Madrid bisa segera "tersingkir dari Piala Dunia secepat mungkin."

Meski demikian, manajer asal Portugal tersebut kemudian memberikan pujian dan berkomitmen untuk memaksimalkan potensi bintang barunya itu musim depan. "Satu-satunya hal yang bisa saya katakan tentang Kylian Mbappe adalah dia pemain yang fenomenal, dan saya akan mencoba membantunya menjadi lebih baik lagi dari ini," tegas Mourinho.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author