Spanyol Singkirkan Prancis Dua Nol untuk Melaju ke Final Piala Dunia

Share

Tim nasional Spanyol berhasil melaju ke babak final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 16 tahun setelah menundukkan Prancis dengan skor 2-0 pada pertandingan semifinal di Stadion Dallas, Arlington, Texas, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Kemenangan meyakinkan skuad La Roja ini diraih melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-20 dan gol tambahan dari Pedro Porro di menit ke-58, sekaligus meredam agresivitas kapten Prancis Kylian Mbappe sepanjang laga.

Dilansir dari laporan sports.yahoo.com, pertahanan solid Spanyol berhasil membuat barisan penyerang Les Bleus mati kutu hingga tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang Mike Maignan sampai menit ke-80 pertandingan.

Sebelum kekalahan ini, Prancis sebenarnya tampil sangat dominan sepanjang turnamen dengan catatan pertahanan yang tidak kebobolan selama 358 menit sejak pertandingan terakhir fase grup, sebelum akhirnya dijebol oleh penalti Oyarzabal.

Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan buruk Prancis dari Spanyol, setelah sebelumnya juga disingkirkan oleh lawan yang sama pada semifinal Euro 2024 dan Nations League tahun lalu.

Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, sempat memberikan pandangannya sehari sebelum pertandingan mengenai catatan pertemuan kedua tim tersebut.

"There's no revenge. The past is in the past," ujar Deschamps, Pelatih Tim Nasional Prancis. "Yes, they did win two games, but I'm looking ahead to tomorrow's game."

Hasil ini juga menjadi pukulan telak bagi Kylian Mbappe yang datang ke semifinal dengan predikat pencetak gol terbanyak turnamen lewat torehan delapan gol, setelah melewati musim klub yang penuh gejolak bersama Real Madrid.

Menurut laporan goal.com, hubungan Mbappe dengan media Spanyol sempat memanas akibat kegagalan Real Madrid meraih trofi mayor pada musim lalu, ditambah dengan drama perselisihan internal di tempat latihan dan cedera yang dialaminya.

Pihak manajemen sang pemain sempat merilis pernyataan resmi untuk membela penyerang berusia 27 tahun tersebut dari berbagai kritik tajam publik Spanyol di level klub.

"A portion of the criticism is based on an over-interpretation of elements related to a recovery period strictly supervised by the club, and does not reflect the reality of Kylian's commitment and daily work for the team," sebut perwakilan Mbappe, Manajemen Pemain.

Meskipun tampil produktif selama Piala Dunia di Amerika Utara dengan mencetak delapan gol, performa Mbappe di semifinal berhasil diredam sepenuhnya oleh koordinasi lini belakang Spanyol yang dipimpin taktik kokoh sepanjang laga.

Dengan hasil kemenangan ini, Spanyol kini bersiap menghadapi laga puncak perebutan trofi juara Piala Dunia melawan pemenang antara Inggris atau Argentina di Stadion MetLife pada hari Minggu mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author