Real Madrid Desak Perpanjangan Penyelidikan Kasus Negreira

Share

Pada hari Selasa, 14 Juli 2026, Real Madrid mengajukan permohonan resmi kepada Pengadilan Instruksi Nomor 1 Barcelona untuk memperpanjang masa penyelidikan kasus Negreira selama enam bulan guna mengusut tuntas dugaan korupsi sistemik dalam sistem perwasitan sepak bola Spanyol.

Klub berjuluk Los Blancos tersebut bertindak sebagai penuntut swasta dalam kasus yang menyelidiki pembayaran sebesar 7,3 juta euro oleh Barcelona kepada mantan Wakil Presiden Komite Teknis Wasit (CTA), Jose Maria Enriquez Negreira, beserta putranya sepanjang periode 2001 hingga 2018. Melalui dokumen hukum terbaru, pihak Madrid menegaskan bahwa bukti-bukti yang dikumpulkan oleh Garda Sipil sudah sangat kuat.

Pihak Real Madrid menyatakan bahwa proses hukum saat ini telah menunjukkan bukti nyata terkait pelanggaran yang dilakukan rival mereka.

"penyelidikan terperinci yang dilakukan pada tahap instruksi" ujar pihak Real Madrid dalam dokumen resminya.

Mereka meyakini bahwa bukti tersebut mengarah pada pelanggaran hukum yang terstruktur di dunia olahraga.

"unsur-unsur dan bukti, baik langsung maupun tidak langsung, yang lebih dari terkonsolidasi mengenai terjadinya tindak pidana korupsi olahraga yang berkelanjutan" sambung perwakilan hukum Real Madrid.

Klub ibu kota Spanyol tersebut berharap agar proses hukum ini tidak berlarut-larut dan segera masuk ke tahap persidangan yang lebih tinggi.

"Dan hal ini tentu harus mengarah, pada momen yang diharapkan tidak lama lagi, pada kelanjutan kasus melalui jalur prosedur yang dipercepat" tambah perwakilan hukum Real Madrid.

Sebelumnya, hakim Pengadilan Instruksi Nomor 1 Barcelona telah memperpanjang masa penyelidikan hingga 1 September 2026. Namun, Real Madrid mendesak penambahan waktu karena masih ada beberapa saksi, dokumen, dan tindakan investigasi yang belum rampung, termasuk permintaan sistem kepatuhan internal Barcelona dari tahun 2010 hingga 2018.

Pihak manajemen Real Madrid berargumen bahwa pengusutan dokumen kepatuhan internal ini sangat krusial untuk melihat ada tidaknya pencegahan korupsi di internal klub Catalan tersebut.

"dokumen-dokumen yang membentuk sistem pencegahan kejahatan internal mereka, model kepatuhan, atau model organisasi dan manajemen" pinta pihak Real Madrid.

Langkah ini diambil setelah klub mengendus adanya kesengajaan dalam meloloskan aliran dana mencurigakan kepada pihak Negreira selama bertahun-tahun.

"terlihat bahwa kontrol internal FC Barcelona sengaja ditangguhkan ketika menyangkut pembayaran kepada Sdr. Enriquez Negreira" papar pihak Real Madrid.

Mereka juga menyoroti kelalaian sistem pengawasan internal Barcelona yang membiarkan transaksi tersebut berjalan tanpa hambatan.

"secara internal tampaknya tidak ada seorang pun yang pernah mempertanyakannya dari dalam entitas tersebut. Baik prosedur persetujuan pembayaran, yang diartikulasikan melalui sistem multi-otorisasi, audit internal, audit eksternal, laporan forensik, maupun due diligence" tegas pihak Real Madrid.

Di luar pengadilan pidana, Real Madrid juga menekan federasi sepak bola internasional untuk mengambil tindakan tegas terhadap struktur wasit yang dinilai mengalami kerusakan sistematis.

"korupsi sistemik" sebut jurnalis El Periodico mengenai penilaian yudisial terhadap model evaluasi wasit yang sarat subjektivitas tersebut.

Selain tuntutan pidana di Spanyol, jurnalis Jose Felix Diaz dari Diario AS melaporkan bahwa Real Madrid telah mengajukan permintaan resmi kepada UEFA selaku otoritas tertinggi sepak bola Eropa untuk mencabut gelar juara yang diraih Barcelona selama periode pembayaran kasus Negreira tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author