Ricardo La Volpe Kritik Sejarah Sepak Bola Timnas Spanyol
Mantan pelatih tim nasional Meksiko, Ricardo La Volpe, terlibat perdebatan sengit dengan mantan kapten Barcelona, Carles Puyol, dalam program analisis Piala Dunia 2026 'Los Maestros' di saluran TUDN.
La Volpe secara terbuka mempertanyakan legitimasi sejarah dan pengaruh taktik tim nasional Spanyol di panggung sepak bola dunia sebelum era kejayaan mereka pada tahun 2010.
Perdebatan memanas saat La Volpe menegaskan bahwa Spanyol tidak memiliki peran penting dalam sejarah sepak bola sebelum meraih gelar juara di Afrika Selatan.
"¿Qué tiene que ver España? Ustedes aparecieron en el 2010 y antes no existían" cetus Ricardo La Volpe, Mantan Pelatih Timnas Meksiko.
Puyol yang tidak setuju langsung merespons dengan mengingatkan pencapaian generasi emas Spanyol yang telah dimulai dua tahun sebelum Piala Dunia 2010.
"En 2008 ganamos" jawab Carles Puyol, Mantan Bek Timnas Spanyol.
La Volpe kemudian mempertanyakan konsistensi tim nasional Spanyol setelah era keemasan tersebut berakhir dan menolak anggapan bahwa skema taktis 4-3-3 dipopulerkan oleh Spanyol.
"¿Campeones del mundo? ¿Cuántos tienen?" tanya Ricardo La Volpe, Mantan Pelatih Timnas Meksiko.
Ia menolak klaim taktis Spanyol dengan menyebut bahwa sistem bermain tersebut sudah diterapkan oleh Arrigo Sacchi di Italia sejak era 1980-an.
"Desde 2010 viven en un verso. ¿Dónde está el verso de 2014? ¿Y el de 2018? ¿Y el de 2022? Recién ahora tienen una camada" tambah Ricardo La Volpe, Mantan Pelatih Timnas Meksiko.
Debat kemudian bergeser ke perbandingan individu pemain tengah antara Sergio Busquets dan maestro Italia, Andrea Pirlo.
"¿Qué me vas a comparar ahora? ¿A Busquets con Pirlo?" ujar Ricardo La Volpe, Mantan Pelatih Timnas Meksiko.
Menanggapi keraguan terhadap Busquets, Puyol memberikan pembelaan berdasarkan pengalamannya bermain bersama sang gelandang di Barcelona dan tim nasional Spanyol.
"Cuando daban el equipo a último momento, lo único que esperaba era que estuviese Busquets porque sabía que para mí el partido iba a ser mucho más sencillo. Te daba un equilibrio en ataque, en defense, te rompía con el primer toque" ungkap Carles Puyol, Mantan Bek Timnas Spanyol.
Sebelum segmen diskusi berakhir, La Volpe sempat melontarkan sindiran terakhir mengenai sistem taktis keluar menyerang dari belakang yang dikenal dengan nama dirinya.
"No hace falta que lo ponga. Pues para la salida, Busquets le hubiese ayudado muchísimo" pungkas Carles Puyol, Mantan Bek Timnas Spanyol.
Diskusi hangat ini terjadi di tengah bergulirnya semifinal Piala Dunia 2026, di mana Spanyol dan Argentina sama-sama berpeluang bertemu di babak final jika berhasil mengalahkan lawan masing-masing.