Argentina Hadapi Inggris pada Semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta

Share

Tim nasional Argentina dijadwalkan bertanding melawan Inggris dalam babak semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium pada Rabu waktu setempat untuk memperebutkan tiket menuju babak final.

Pertemuan kedua tim di Atlanta ini menghidupkan kembali rivalitas panjang yang berakar dari sejarah sepak bola dan ketegangan geopolitik masa lalu. Hubungan kompetitif kedua negara mencakup momen-momen bersejarah di dalam dan di luar lapangan hijau.

Dilansir dari FOX Sports, Argentina melaju ke semifinal setelah menumbangkan Swiss 3-1 melalui babak perpanjangan waktu, menyusul kemenangan atas Mesir dan Cabo Verde. Sementara itu, Inggris menembus empat besar setelah mengalahkan Norwegia dan berhasil meredam pergerakan penyerang Erling Haaland.

Persaingan modern kedua tim tercatat mulai menguat sejak perempat final Piala Dunia 1966 yang berlangsung keras. Kapten Argentina saat itu, Antonio Rattin, dikeluarkan dari lapangan pada babak pertama setelah melakukan dua pelanggaran dalam waktu tiga menit.

Tindakan Rattin memicu protes keras, di mana ia meremas bendera sudut lapangan yang mirip bendera Inggris dan duduk di karpet merah khusus mendiang Ratu Elizabeth II. Kejadian tersebut memicu pengenalan sistem kartu kuning dan kartu merah oleh FIFA pada tahun 1967.

Manajer Inggris kala itu memberikan komentar keras setelah pertandingan selesai dan melarang para pemainnya bertukar jersey dengan tim lawan.

"animals" kata Alf Ramsey, Manajer Inggris.

Ketegangan Geopolitik dan Gol Tangan Tuhan

Rivalitas memuncak pada Piala Dunia 1986 di Meksiko yang berlangsung setelah konflik bersenjata di Kepulauan Falkland pada tahun 1982. Dalam perang tersebut, pasukan Inggris mengalahkan invasi militer Argentina di pulau yang terletak 300 mil dari pantai Argentina.

Berdasarkan data Pemerintah Kepulauan Falkland, sekitar 1.000 nyawa melayang dari kedua belah pihak selama pertempuran 74 hari tersebut. Kekalahan militer itu kemudian mendorong lahirnya demokrasi baru di Argentina pada tahun 1983.

Pada pertandingan tahun 1986, Diego Maradona mencetak gol kontroversial menggunakan tangan yang melewati penjaga gawang Inggris Peter Shilton, yang kemudian disebut sebagai pembalasan simbolis atas jatuhnya korban perang.

"Hand of God" kata Diego Maradona, Penyerang Argentina.

Argentina memenangi pertandingan tersebut dan keluar sebagai juara Piala Dunia 1986 dengan membawa pulang Trofi Jules Rimet.

Eskalasi Sentimen Terbaru

Ketegangan mengenai status wilayah tersebut kembali mencuat melalui tulisan opini terbaru dari pejabat tinggi pemerintah Argentina di media La Nacion. Pernyataan tersebut menolak hasil referendum tahun 2013, di mana 99,8 persen penduduk Falkland memilih tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Inggris.

"By history, by right, and by conviction, the Malvinas are Argentine." kata Pablo Quirno, Menteri Luar Negeri Argentina.

Menjelang pertandingan di Atlanta, rekaman video di media sosial menunjukkan bentrokan antarpendukung kedua tim sebelum laga resmi mempertemukan mereka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author