Malta Menjadi Pulau Paling Padat Wisatawan di Eropa

Share

Malta kini tengah menjadi perhatian dalam industri pariwisata global. Pulau yang terletak di Laut Mediterania tersebut dinobatkan sebagai wilayah pulau dengan tingkat kepadatan wisatawan tertinggi di benua Eropa.

Kabar tersebut merujuk pada laporan industri wellness yang dirilis oleh BookRetreats.com, sebagaimana dikutip dari Detik Travel melalui laporan media Amerika Serikat, New York Post, pada Selasa (14/7/2026).

Analisis tersebut memanfaatkan data dari Komisi Eropa terkait jumlah malam menginap para pelancong per kilometer persegi. Parameter ini digunakan untuk mengukur tingkat konsentrasi turis di pulau-pulau kawasan Eropa.

Melalui metode tersebut, Malta menempati peringkat teratas dengan mencatatkan lebih dari 38.700 malam menginap per kilometer persegi.

Jumlah penumpukan wisatawan di Malta tercatat hampir 80 persen lebih tinggi dibandingkan dengan Lanzarote di Spanyol. Lanzarote sendiri berada di posisi kedua dengan catatan sekitar 21.700 malam menginap per kilometer persegi.

Meskipun Mallorca menjadi pulau yang menerima jumlah total turis terbanyak, laporan memaparkan bahwa tidak ada wilayah yang memiliki konsentrasi aktivitas wisata sepadat Malta.

Lonjakan perhatian terhadap negara kepulauan ini terjadi hanya beberapa pekan setelah maskapai Delta Airlines meresmikan rute penerbangan langsung dari New York menuju Malta.

Pasar wisatawan asal Amerika Serikat kini dipandang semakin krusial bagi strategi sektor pariwisata Malta. Pemerintah setempat memang tengah membidik pelancong berkualitas dengan daya beli dan pengeluaran yang tinggi.

Di sisi lain, laporan industri tersebut juga menyoroti dampak nyata dari overtourism atau kelebihan pariwisata. Fenomena ini paling tampak di destinasi populer seperti Blue Lagoon yang berada di Pulau Comino.

Kondisi ini memicu pertanyaan mengenai batas kemampuan Malta dalam menampung pelancong tanpa harus merusak daya tarik autentik yang membuat wilayah tersebut istimewa.

Menteri Pariwisata Malta, Jo Etienne Abela, menjelaskan bahwa wilayahnya saat ini mendatangkan lebih dari 4 juta wisatawan setiap tahunnya.

Pihak pemerintah kini membuka peluang untuk mengevaluasi kembali regulasi batasan kunjungan di Comino. Saat ini, kuota maksimal pelancong di kawasan tersebut dibatasi sebanyak 4.000 orang.

"Sekarang, ketika kita memiliki kelimpahan wisatawan, kita bukan lagi pihak yang meminta-minta. Sudah waktunya mempertimbangkan, mendorong, dan menerapkan kualitas," kata Abela di parlemen Malta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author