Oleksandr Usyk Pertahankan Gelar Juara Kelas Berat WBC di Giza
Petinju asal Ukraina, Oleksandr Usyk, berhasil mempertahankan sabuk juara kelas berat WBC dan gelar 'super' WBA setelah mengalahkan mantan kickboxer Rico Verhoeven lewat kemenangan TKO di Piramida Giza, Mesir, pada Minggu, 24 Mei 2026.
Hasil pertandingan ini memperpanjang rekor tidak terkalahkan Usyk menjadi 25 kemenangan setelah wasit Mark Lyson menghentikan laga pada detik-detik terakhir ronde ke-11. Keputusan pengadil lapangan tersebut langsung memicu kontroversi karena diambil sesaat setelah Verhoeven dijatuhkan oleh pukulan uppercut kanan yang tajam dari Usyk.
Berdasarkan laporan badlefthook.com, dua hakim pertandingan, Manuel Oliver Palomo dan Fabian Guggenheim, sebenarnya mencatat skor imbang 95-95 setelah 10 ronde, sedangkan hakim Pasquale Procopio memberikan keunggulan 96-94 untuk Verhoeven sebelum laga disudahi.
"I thought it was an early stoppage but in the end it’s not up to me," ujar Rico Verhoeven, Penantang Gelar Juara.
Verhoeven menyatakan bahwa dirinya ingin diberikan kesempatan untuk terus bertarung hingga ronde terakhir.
"I wanted the referee to let me go out on my shield or let me go in the 12th. I felt we were pretty even on the scorecards," kata Rico Verhoeven, Penantang Gelar Juara.
Meskipun kalah, atlet berusia 37 tahun yang telah mendominasi ajang Glory kickboxing selama 12 tahun itu mengaku bangga atas penampilannya.
"I am super proud of my performance and hopefully, the boxing world embraces me as a boxer," tutur Rico Verhoeven, Penantang Gelar Juara.
Di sisi lain, Usyk mengakui ketangguhan lawannya dan mendedikasikan kemenangan ini untuk keluarganya serta rakyat Ukraina yang berada di tempat perlindungan bom.
"I know right now, Ukrainian people are sitting in the bomb shelter, my daughter too, in a bomb shelter, sent me a message saying, ‘Papa, I love you, you will win’," kata Oleksandr Usyk, Juara Kelas Berat WBC.
Usyk juga menyampaikan apresiasinya secara langsung kepada sang lawan dan timnya setelah pertarungan sengit tersebut selesai.
"Thank you so much, Rico. You are an amazing fighter. Thank you so much to your team. My team, I love you. My wife, I love you. You are my light and my heart. This fight was hard. It was a good fight," ujar Oleksandr Usyk, Juara Kelas Berat WBC.
Menanggapi jalannya pertandingan, mantan juara dunia kelas penjelajah Tony Bellew menilai bahwa performa Usyk kali ini berada di bawah standar biasanya karena terus ditekan oleh lawan.
"It's the only time in his whole career I've seen Usyk outworked on a consistent basis," kata Tony Bellew, Mantan Juara Dunia.
Bellew menambahkan bahwa Verhoeven hampir saja menciptakan kejutan terbesar dalam sejarah dunia tinju modern.
"At the back end of each round, he was losing and getting out landed," ujar Tony Bellew, Mantan Juara Dunia.
Menurutnya, sebuah pertandingan ulang sangat layak untuk digelar kembali di masa depan demi memberikan kepastian bagi kedua petarung.
"Rico Verhoeven has come out of this a winner. His hand might not have been raised but given what we expected, he just nearly sprung the biggest surprise boxing has ever seen," tutur Tony Bellew, Mantan Juara Dunia.
Ia juga menegaskan bahwa publik tidak akan pernah tahu apakah Verhoeven mampu bertahan melewati ronde terakhir tanpa adanya laga ulang.
"We'll never know whether Verhoeven would have made it out for round 12 so we should probably do it again. It's the least that boy deserves after the performance he's just put in," kata Tony Bellew, Mantan Juara Dunia.
Dilansir dari bbc.com, penantang wajib berikutnya untuk sabuk WBC milik Usyk adalah juara interim Agit Kabayel dari Jerman, sementara Frank Sanchez menjadi penantang utama untuk sabuk IBF setelah mengalahkan Richard Torrez Jr pada laga tambahan di Giza.
Pada partai lain di hari yang sama, Hamzah Sheeraz merebut gelar dunia WBO kelas super-menengah setelah menghentikan Alem Begic di ronde kedua, sedangkan Jack Catterall mengamankan sabuk WBA 'regular' welter usai menang angka mutlak atas Shakhram Giyasov.