Pelanggan Ngamuk dan Coba Kabur Tanpa Bayar di Restoran Nasi Kandar Penang
Seorang pelanggan memicu keributan besar di sebuah restoran nasi kandar populer di Penang, Malaysia. Pria tersebut dilaporkan memarahi pekerja dan diduga mencoba pergi tanpa melunasi tagihan makanan yang sudah disantapnya.
Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah pihak pengelola Nasi Kandar Sulaiman membagikan kronologinya. Dilansir dari Detik Food, insiden bermula saat pelanggan pria tersebut datang untuk memesan makanan.
Alih-alih mengantre, ia langsung menerobos masuk ke area penyajian makanan untuk mengambil lauk sendiri. Padahal, area tersebut merupakan zona khusus bagi para pegawai restoran.
Melihat tindakan itu, seorang karyawan langsung menegurnya secara sopan dan memberikan penjelasan mengenai aturan restoran, seperti dilaporkan World of Buzz (13/7). Namun, pelanggan tersebut tidak terima dan justru tersulut emosi.
Pria itu mulai membentak pegawai dengan nada tinggi. Situasi yang kian memanas memaksa admin restoran untuk turun tangan langsung guna menenangkan keadaan.
Walau akhirnya kembali ke meja, pria itu tetap menunjukkan sikap agresif selama makan. Ia terus-menerus memarahi staf restoran dan bahkan mengambil foto pekerja yang menegurnya.
"Dia marah kepada pegawai dan membuat keributan besar. Saya turun tangan untuk menenangkannya, tetapi saat sedang makan pun dia masih terus marah dan memotret pegawai kami," tulis pihak restoran.
Ketegangan berlanjut setelah pria tersebut selesai makan. Ia kembali berteriak dan diduga melontarkan ancaman hendak memukul karyawan yang menegurnya di awal.
Pihak manajemen kemudian menghitung total biaya makan dan meminta pria itu melakukan pembayaran. Menurut keterangan admin, permintaan tersebut sempat diabaikan.
Pria itu sempat duduk sejenak sebelum akhirnya mengambil tasnya dan berjalan keluar. Ia melangkah pergi seolah-olah seluruh tagihan makanannya telah lunas dibayar.
Admin restoran yang menyadari hal itu langsung mengejarnya untuk mengingatkan bahwa makanan belum dibayar. Namun, pelanggan tersebut bersikeras mengklaim dirinya sudah membayar.
Manajemen restoran kemudian menegaskan bahwa seluruh aktivitas di dalam area terekam oleh kamera pengawas atau CCTV. Mereka juga menyatakan bahwa rekaman tersebut bisa langsung diperiksa saat itu juga.
Mendengar keberadaan bukti rekaman CCTV, pria tersebut akhirnya bersedia melunasi seluruh tagihannya sebelum pergi meninggalkan lokasi.
Pihak pengelola menduga bahwa keributan yang sengaja dibuat oleh pria tersebut merupakan taktik intimidasi agar para karyawan takut untuk menghentikannya saat mencoba kabur.
"Berhadapan dengan orang seperti ini benar-benar melelahkan. Awalnya dia bersikap seperti preman dan membuat kekacauan di restoran. Lalu dia mencoba pergi tanpa membayar," tulis pihak restoran.
"Mungkin keributan itu memang sengaja dibuat agar kami takut menghentikannya. Untungnya kami memiliki CCTV. Semoga pelaku usaha lain juga lebih waspada jika menghadapi orang seperti ini," lanjutnya.