Dokter Olahraga Ingatkan Risiko Cedera Berat di Kompetisi Hyrox

Share

Spesialis kedokteran olahraga dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO memperingatkan adanya risiko cedera berat bagi peserta kompetisi kebugaran Hyrox yang mendaftar hanya karena takut ketinggalan tren atau FOMO, Senin (13/7/2026). Dilansir dari Detik Health, lonjakan popularitas olahraga ini memicu kekhawatiran karena intensitas kompetisi yang tinggi berpotensi membahayakan peserta yang tidak memahami batas kekuatan tubuh mereka sendiri. Kompetisi kebugaran ini mengombinasikan olahraga lari sepanjang 8 kilometer dengan delapan stasiun latihan fungsional yang menuntut penyelesaian dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Penjelasan mengenai dampak fisik kompetisi tersebut disampaikan langsung oleh dr Antonius Andi Kurniawan yang juga bertindak sebagai medical lead pada ajang Hyrox Jakarta 2026.

"Cedera yang paling ringan adalah kram ya. Kemarin (di Hyrox Jakarta) banyak banget yang kram, di antara lari itu kram, di antara narik, dorong, atau angkat, atau lempar itu kram," kata dr Andi saat Sunset Talk detikSore, Senin (13/7/2026). Andi membeberkan bahwa dampak yang dialami peserta tidak hanya sebatas kram otot, melainkan ada yang mengalami kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera.

"Tapi banyak juga cedera, sampai heat stroke, sampai kemarin juga ada gangguan irama jantung," sambungnya. Kondisi heat stroke sendiri merupakan situasi darurat ketika sistem pengatur suhu badan gagal bekerja akibat paparan panas ekstrem, sehingga suhu tubuh melonjak drastis mencapai 40 derajat celsius atau lebih.

"Meskipun itu di ruang indoor dan AC, si penyelenggara itu punya standar ya. Suhunya itu nggak boleh di atas 22 derajat celsius," katanya. Meskipun pihak penyelenggara telah menerapkan standar suhu ruangan yang ketat, kasus serangan panas tersebut tetap ditemukan di lapangan. "Tapi, masih ada juga yang heat stroke," tutupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author