Kementerian Agama Tetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 H
Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
Momen ini memperingati ketaatan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya demi perintah Allah SWT, yang sekaligus memicu masyarakat untuk saling mengirimkan ucapan doa serta selamat melalui media sosial seperti grup WhatsApp keluarga, teman, dan kantor.
Ucapan hari raya yang dikirimkan umat Muslim memiliki landasan syariat tersendiri dalam Islam. Berdasarkan informasi dari Islamic Relief UK, tradisi bertukar ucapan selama Idul Adha berakar pada sunnah Nabi Muhammad SAW yang menekankan kebaikan, persaudaraan, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Umat Islam sedunia disarankan menggunakan ucapan yang otentik dan dianjurkan sesuai dengan atsar sahabat Rasulullah SAW.
"تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ" kata umat Muslim saat meneladani para sahabat Nabi.
Kalimat berbahasa Arab tersebut memiliki arti semoga Allah menerima amal ibadah dari kami dan dari kalian. Menurut situs MyIslam.org, ucapan ini bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Jubair bin Nufair, yang mengisahkan bahwa para sahabat Rasulullah SAW saling mengucapkan frasa tersebut ketika bertemu pada hari raya, dengan sanad riwayat yang dinilai hasan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar.
Penggunaan ucapan selamat ini juga mendapatkan perhatian dari ulama klasik yang menilai kelonggaran redaksinya bagi umat Muslim.
"Taqabbalallahu minna wa minkum" kata Ibnu Taimiyah seperti dikutip dari Abu Amina Elias.
Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa ucapan selamat hari raya tersebut telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat dan menjadi keringanan yang diberikan oleh para imam mazhab termasuk Imam Ahmad. Di sisi lain, ucapan populer di Indonesia seperti "Minal Aidin wal Faizin" diketahui tidak memiliki dasar riwayat dari Rasulullah SAW maupun sahabat, meskipun penggunaannya tidak dilarang.
Selain ucapan dari riwayat sahabat, terdapat pilihan pesan berbasis dalil Al-Quran dan Hadis yang kerap dibagikan antarumat Muslim.
"Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah dan kurban kita. Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H." ucap umat Muslim meniru tradisi para sahabat.
Pernyataan ini diperkuat oleh pandangan Imam Ahmad yang menyatakan tidak ada masalah bagi seseorang untuk mengucapkannya di hari Eid. Variasi ucapan lain yang lebih spesifik untuk ibadah penyembelihan juga sering digunakan.
"Taqabbalallahu tha'aatakum wa udh-hiyatakum — Semoga Allah menerima ketaatan dan hewan kurban kita semua. Selamat Idul Adha 2026." kata masyarakat kepada para pekurban.
Umat Islam juga sering menyertakan potongan ayat suci Al-Quran yang mengingatkan esensi utama dari ibadah kurban itu sendiri.
"Daging dan darahnya tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaanmulah yang sampai kepada-Nya." firman Allah SWT dalam QS. Al-Hajj: 37.
Pesan edukasi mengenai perintah langsung untuk berkurban juga disampaikan melalui kutipan ayat suci lainnya.
"Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah" firman Allah SWT dalam QS. Al-Kautsar: 2.
Prinsip diterimanya suatu amal di sisi Allah SWT juga sering menjadi bagian dari pesan refleksi yang dikirimkan antar-keluarga.
"Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa" firman Allah SWT dalam QS. Al-Ma'idah: 27.
Selain Al-Quran, hadis Nabi Muhammad SAW mengenai keutamaan menyembelih hewan kurban juga menjadi landasan ucapan selamat.
"Tidak ada amal yang lebih dicintai Allah pada Hari Raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban." sabda Rasulullah SAW dalam HR. Tirmidzi.
Masyarakat dunia Arab secara universal juga memiliki kalimat ucapan tersendiri yang digunakan setiap tahunnya.
"Kullu 'aam wa antum bikhair" kata masyarakat Arab berdasarkan data Islamic Relief UK.
Terdapat pula doa yang disisipkan agar para hamba dapat kembali dipertemukan dengan hari raya di masa depan dalam kondisi terbaik.
"A'adahullahu 'alayna wa 'alaykum bil-yumni wal-barakat" kata umat Muslim saat berdoa.
Mengenai pahala besar yang terkandung dalam setiap ibadah kurban, terdapat hadis lain dari riwayat Tirmidzi yang dikutip melalui Muslim Aid.
"Ia adalah sunnah ayahmu Ibrahim. Untuk setiap helai bulu hewan kurban, engkau mendapatkan satu pahala dari Allah." sabda Rasulullah SAW saat ditanya mengenai qurban.
Untuk ucapan yang paling populer secara global, umat Muslim di seluruh dunia kerap menggunakan frasa singkat yang dipahami oleh miliaran orang.
"Eid Adha Mubarak" kata umat Islam sedunia.
Nilai filosofis seputar pengorbanan juga diambil dari kutipan tokoh spiritual dunia seperti Jalaluddin Rumi yang menggambarkan penderitaan dan pengorbanan sebagai jalan pencerahan.
"Luka adalah tempat di mana Cahaya masuk ke dalam dirimu." kata Jalaluddin Rumi, Penyair Sufi Abad ke-13.
Rumi juga memberikan pandangan mengenai pentingnya meruntuhkan ego dan sifat keserakahan manusia yang disimbolkan melalui penyembelihan.
"Tugasmu bukan mencari cinta, melainkan menemukan dan meruntuhkan semua dinding dalam dirimu yang menghalanginya." kata Jalaluddin Rumi.
Penyair sufi abad ke-13 tersebut turut memberikan refleksi mengenai kebijaksanaan dalam mengubah diri sendiri.
"Kemarin aku pintar, maka aku ingin mengubah dunia. Hari ini aku bijak, maka aku mengubah diriku sendiri." kata Jalaluddin Rumi.
Selain pesan spiritual dan dalil agama, platform berita babelinsight.id melansir berbagai variasi ucapan yang lebih kasual dan praktis untuk dikirimkan ke grup WhatsApp keluarga serta rekan kerja demi mempererat silaturahmi.