Penjualan Mobil Honda di Indonesia Merosot Tajam dalam Tiga Tahun Terakhir

Share

Penjualan kendaraan roda empat merek Honda di pasar domestik tengah menjadi sorotan tajam setelah mengalami penurunan yang signifikan selama tiga tahun belakangan. Di antara deretan produsen otomotif asal Jepang lainnya, kemerosotan yang dialami Honda tercatat sebagai yang paling mendalam sejak tahun 2024.

Dikutip dari Detik Oto, laporan data penjualan wholesales milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan performa Honda sempat kokoh di angka 130 ribuan unit pada tahun 2023. Capaian wholesales tersebut meningkat dari tahun 2022 yang mencatat angka 131.280 unit menjadi 138.967 unit, sementara retail sales juga naik dari 125.411 unit menjadi 128.010 unit.

Namun, performa tersebut langsung merosot tajam pada tahun 2024 dengan distribusi wholesales ke dealer yang hanya menyentuh 94.742 unit, diikuti retail sales yang turun ke angka 103.203 unit. Tren negatif ini berlanjut pada tahun 2025 dengan penurunan wholesales yang menyisakan 56.500 unit dan retail sales sebesar 71.233 unit.

Kondisi pada tahun 2026 juga belum menunjukkan tanda pemulihan menyeluruh, di mana data year to date (YTD) hingga Juni 2026 hanya mengumpulkan 20.673 unit wholesales dibanding periode sama tahun 2025 yang mencapai 32.681 unit. Meski demikian, retail sales YTD Juni 2026 mencatat sedikit angin segar dengan kenaikan menjadi 23.188 unit dari sebelumnya 13.705 unit.

Penurunan kinerja distribusi dan penjualan retail Honda di pasar domestik terekam secara rinci dalam perbandingan data tahunan berikut.

Tabel Data Wholesales dan Retail Sales Honda Periode 2022-2026
Periode/Tahun Wholesales (Pangsa Pasar) Retail Sales (Pangsa Pasar)
131.280 unit (12,5 persen) 125.411 unit (12,4 persen) 138.967 unit (13,8 persen)
128.010 unit (12,8 persen) 94.742 unit (10,9 persen) 103.203 unit (11,6 persen)
56.500 unit (7 persen) 71.233 unit (8,5 persen) 32.681 unit (8,7 persen)
13.705 unit (3,5 persen) 20.673 unit (4,7 persen) 23.188 unit (5,3 persen)

Honda Brio Menjadi Penopang Utama di Pasar Domestik

Di tengah persaingan pasar yang ketat dan bergugurannya model Honda lain dari daftar 20 mobil terlaris, Honda Brio muncul sebagai penyelamat. Model ini kini menjadi satu-satunya pilar utama yang menjaga stabilitas angka pemasaran produk Honda di Indonesia.

Sepanjang tahun 2026, distribusi untuk model Brio secara wholesales berhasil membukukan angka sebesar 13.245 unit. Jumlah tersebut menyumbang sekitar 64 persen dari keseluruhan total penjualan wholesales massal Honda yang berada di angka 20.673 unit.

Tantangan Adaptasi dan Pergeseran Preferensi Konsumen

Penurunan volume penjualan ini juga berjalan selaras dengan adanya penutupan beberapa jaringan dealer. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa saat ini sedang terjadi pergeseran tren serta minat dari para konsumen mobil di dalam negeri.

"Saya kira itu produsen-produsen Jepang harus bisa melihat bahwa kita akan shifting ke situ dan ini arahan langsung dari Bapak Presiden agar kita bisa segera full pada EV, baik itu motor maupun mobil termasuk truk, termasuk bus juga," kata Agus Gumiwang Kartasasmita.

Melihat fenomena penutupan jaringan ini dari sudut pandang industri, Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara memberikan pandangan lain. Menurutnya, pelaku usaha otomotif asal Jepang sebenarnya tetap melakukan ekspansi fasilitas ke wilayah luar Pulau Jawa agar tidak Jawa-sentris.

"Tapi perlu dilihat, yang selalu menjadi berita kan penutupan dealer, informasi yang kami terima banyak dealer baru yang buka, tapi bukan di Pulau Jawa. Kenapa ada yang tutup? Itu pilihan bisnis dan bersifat independen," ujar Kukuh Kumara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author