Velix Wanggai Sebut Kritik Film Pesta Babi Jadi Evaluasi Kebijakan

Share

Kritik sosial terhadap kebijakan pembangunan di Papua yang tertuang dalam film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita dinilai dapat menjadi bahan evaluasi berharga bagi pemerintah pusat.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai, dalam program Rakyat Bersuara di iNews pada Selasa (19/5/2026).

Velix menyatakan bahwa pemerintah tetap menghormati dan menghargai dokumenter karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale tersebut sebagai sebuah produk jurnalistik yang memiliki sudut pandang tersendiri.

"Bagi pemerintah, kami melihat bahwa ini adalah sebuah karya jurnalis yang tentu kita hargai dengan semua konten maupun narasi yang telah dibangun," kata Velix, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.

Menurut Velix, substansi dari tayangan tersebut merupakan bentuk kontrol sosial terhadap langkah-langkah yang diambil oleh otoritas dalam mengelola wilayah Papua.

"Ini bisa menjadi sebuah bagian di dalam bagaimana sebuah kritikan sosial di dalam mencermati setiap langkah kebijakan pemerintah di hari ini maupun hari ke depan," ujarnya.

Kendati menerima kritik tersebut, Velix memberikan catatan bahwa pilihan narasi, sudut pandang, serta pemilihan tokoh dalam film dokumenter itu masih memerlukan sikap kritis dari para penonton.

Pihak pembuat film juga dianggap kurang memberikan porsi ruang yang memadai bagi pihak pemerintah untuk memaparkan argumen serta arah kebijakan pembangunan yang sesungguhnya di Papua.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author