Taylor Swift Bayar Biaya Pengamanan Pernikahan di New York
Wali Kota New York Zohran Mamdani mengonfirmasi bahwa musisi Taylor Swift telah menggelontorkan dana lebih dari US$160.000 atau sekitar Rp 2,8 triliun demi menutup biaya perizinan serta pengamanan pesta pernikahannya dengan atlet Travis Kelce di Madison Square Garden pada Jumat (10/7) waktu setempat.
Pelunasan biaya tersebut dilakukan menyusul gelombang kritik dari publik yang mempertanyakan potensi penggunaan dana wajib pajak untuk membiayai uang lembur aparat Kepolisian New York (NYPD), seperti dilansir dari Detikcom.
Pihak pemerintah kota memastikan seluruh prosedur administrasi dan finansial telah diselesaikan oleh penyelenggara acara sebelum rangkaian pernikahan dimulai.
"Penyelenggara sudah membayar biaya izin yang diajukan, nilainya lebih dari US$160.000 untuk acara tersebut dan untuk respons terhadap acara tersebut," kata Zohran Mamdani, Wali Kota New York.
Mamdani mengimbuhkan bahwa seluruh proses pemenuhan izin tersebut telah rampung diselesaikan beberapa hari sebelum hari pernikahan berlangsung.
Langkah pengamanan ketat dari NYPD yang mencakup penutupan jalan di kawasan Midtown Manhattan memicu sorotan tajam karena bertepatan dengan padatnya agenda musim panas kota, termasuk perayaan juara New York Knicks, peringatan ke-250 Amerika Serikat, dan persiapan Piala Dunia FIFA.
"serangkaian peristiwa yang bersifat historis dan lintas generasi." kata Zohran Mamdani, Wali Kota New York.
Respons negatif juga datang dari kalangan parlemen yang menilai pengerahan ratusan personel kepolisian demi acara privat selebritas semestinya tidak membebani kas daerah.
"Taylor Swift dan Travis Kelce seharusnya mengganti biaya kepada NYPD untuk 130 petugas yang dibutuhkan setiap hari guna mengamankan pernikahan mereka yang bernilai jutaan dolar dan dihadiri ribuan orang di Madison Square Garden," kata Nicole Malliotakis, Anggota Kongres Amerika Serikat.
Malliotakis menegaskan bahwa keuangan publik harus dilindungi dari beban pembiayaan acara berskala besar milik individu.
"Petugas kami sudah bekerja lembur untuk perayaan 4 Juli dan wajib pajak New York tidak seharusnya menanggung beban tersebut," kata Nicole Malliotakis, Anggota Kongres Amerika Serikat.