Harga Perak Anjlok ke 59 Dolar Imbas Konflik AS-Iran
Harga perak dunia merosot ke kisaran 59,00 dolar AS per troy ounce pada sesi perdagangan Asia hari Senin setelah lonjakan serangan rudal antara Amerika Serikat dan Iran memicu kenaikan harga minyak mentah. Dilansir dari Mitrade, penurunan komoditas logam putih non-yield ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global dan potensi kenaikan suku bunga acuan yang menyertainya. Komando Pusat AS atau CENTCOM meluncurkan serangan tambahan pada Minggu malam dengan target melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal-kapal sipil yang melintasi jalur perairan strategis.
Pasukan militer AS tercatat telah menghantam lebih dari 300 target Iran dalam kurun waktu tiga malam, termasuk 140 serangan yang diluncurkan pada hari Sabtu saja.
Eskalasi militer yang terjadi secara tiba-tiba ini langsung membalikkan sebagian keuntungan pasar yang sempat tercatat pada pekan lalu akibat sentimen perjanjian damai sementara. Pihak Teheran kini dilaporkan memperketat posisi mereka dan menegaskan bahwa Washington harus mematuhi komitmen sebelumnya terkait transit pengiriman dan normalisasi ekspor minyak Iran sebelum negosiasi dapat kembali dilanjutkan.
Di sisi lain, pelaku pasar kini tengah menantikan rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen atau CPI Amerika Serikat pada hari Selasa untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan masa depan Federal Reserve. Investor saat ini memproyeksikan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga satu kali lagi sebelum tahun 2026 berakhir, sementara perhatian tertuju pada penampilan resmi pertama Ketua Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres AS pada Selasa ini.