Marc Marquez Menangi Balapan Utama MotoGP Jerman 2026

Share

Sirkuit Sachsenring menjadi saksi dominasi mutlak Marc Marquez setelah pembalap Ducati Lenovo Team tersebut finis terdepan dalam balapan utama MotoGP Jerman 2026 pada Minggu (12/7/2026).

Dilansir dari Kompas.com dan RiderTua.com, Marquez menyentuh garis finis dengan keunggulan 1,996 detik dari duo pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura dan Raul Fernandez, yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

Jalannya balapan diwarnai persaingan ketat sejak start, di mana Raul Fernandez sempat merangsek ke posisi ketiga pada putaran kedua melompati Ai Ogura, sementara Fabio Di Giannantonio mengalami kecelakaan di tikungan 10 pada putaran keempat.

Memasuki putaran ke-16, Marquez yang terus memimpin berhasil memperlebar jarak hingga 1,853 detik di depan Fernandez, sebelum akhirnya mengamankan kemenangan sempurnanya setelah sebelumnya juga memenangi sesi Sprint Race pada Sabtu (11/7/2026).

Dengan hasil ini, Marquez kini mengoleksi 190 poin di peringkat ketiga klasemen sementara, terpaut 4 poin dari Ai Ogura di posisi kedua dan 18 poin dari pemuncak klasemen, Jorge Martin, yang finis di urutan kelima.

"Saya sangat senang. Ini adalah akhir pekan yang spesial bagi saya. Saya sangat fokus.

Sebelumnya saya sudah bilang bahwa kalau mau terlibat dalam perebutan gelar maka saya harus tampil menyerang di sini. Dan kami benar-benar menyerang. Kita harus memanfaatkan momen ketika performa kita sedang kuat.

Kami sudah menunjukkan hal itu dalam balapan-balapan terakhir. Merayakan kemenangan MotoGP ke-10 kami di sini adalah sesuatu yang istimewa. Itu adalah pencapaian yang sangat istimewa." kata Marc Marquez, pembalap Ducati Lenovo Team.

Kemenangan di lintasan sepanjang 3,671 kilometer ini merupakan podium tertinggi kesepuluh bagi Marquez di Sachsenring sepanjang kariernya di kelas utama MotoGP.

"Kemenangan tetaplah kemenangan. Tetapi yang jelas, ini termasuk 10 kemenangan terbaik saya," jawab Marquez.

Meskipun memimpin jalannya perlombaan sejak awal dari posisi terdepan, pembalap berjuluk The Baby Alien ini mengaku sempat merasakan kendala pada ban motornya di tengah balapan.

"Saya terus gas pol sejak awal, tetapi kemudian saya merasa bahwa ban depan sudah mencapai batasnya. Rasanya agak aneh. Saya tidak tahu, apakah ban depan mengalami ‘graining’ atau apa yang sebenarnya terjadi," jelas Marquez.

Kondisi keausan ban yang tidak rata tersebut memaksa Marquez untuk sempat menurunkan ritme balapnya agar situasi tetap terkendali.

"Saya sedikit mengurangi kecepatan. Saat itulah, grup di belakang saya mulai sedikit mendekat. Setelah itu saya memahami apa yang terjadi dengan ban depan, lalu saya kembali menyerang.

Dengan serangan kedua itu, saya memperlebar gap. Ketika kita unggul 1 atau 1,5detik di lintasan ini, tidak mudah bagi yang lain untuk mengejar defisit tersebut." lanjut Marquez.

Selain kendala teknis ban, kebahagiaan Marquez tidak sepenuhnya lengkap karena adiknya, Alex Marquez, mengalami kecelakaan di tikungan 13 pada putaran ke-10 saat berada di posisi kedua.

"10 kemenangan di satu trek di MotoGP, tentu saja mengesankan. Saya sangat bahagia. Tapi jujur, saya tidak sepenuhnya puas karena saya ingin melihat Alex di podium.

Saya melihat betapa kerasnya dia bekerja setelah balapan di Montmelo. Itu benar-benar mengesankan. Saya tidak menyangka.

Ya, dia pekerja keras. Tetapi kali ini dia bahkan melampaui batasnya itu," ungkap Marquez.

Guna menjaga konsistensi dalam persaingan memperebutkan gelar juara dunia musim ini, pembalap asal Spanyol tersebut telah menyiapkan strategi khusus.

"Kami berusaha menyerang ketika saya merasa dalam kondisi yang baik. Dan ketika treknya sulit, kami hanya ingin bertahan. Jika kami ingin bersaing dalam memperebutkan gelar, maka lengan kanan saya harus membaik. Itu satu-satunya kelemahan saya," ujarnya.

Marquez berencana memanfaatkan jeda libur musim panas mendatang untuk berfokus penuh memulihkan kekuatan fisik lengan kanannya.

"Saya akan beristirahat selama libur musim panas. Secara mental, itu perlu. Tetapi saya harus bekerja sangat keras untuk mengatasi kelemahan di lengan kanan saya. Terkadang saya hanya bisa mengendari motor, tapi tidak bisa benar-benar bermain dengan motor dan tubuh saya seperti yang ingin saya lakukan." tambah Marquez.

Kondisi fisik ini diakui Marquez sempat mengganggu performanya, terutama pada awal musim kompetisi 2026 sebelum masalah sarafnya teratasi.

"Balapan pertama musim ini seperti mimpi buruk. Saya tidak bisa menikmatinya, karena saya tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Sejak masalah saraf di lengan saya teratasi, semuanya berjalan dengan baik. Kekuatan saya belum kembali seperti yang saya inginkan, tetapi feel saya cukup baik dan saya dapat merasakan apa yang terjadi." pungkas Marquez.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author