BMKG Petakan Penurunan Suhu Kemarau di Sejumlah Wilayah Jawa

Share

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan penurunan suhu udara yang ekstrem atau fenomena bediding melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, selama puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus 2026.

Suhu udara minimum di Kota Bandung dilaporkan berkisar antara 17,4 hingga 20,2 derajat Celsius, sedangkan wilayah Dago diproyeksikan menyentuh rentang terendah 16 derajat Celsius pada dini hari. Kondisi ini dipicu oleh minimnya tutupan awan dan pergerakan angin muson Australia yang membawa massa udara dingin dan kering menuju Indonesia.

Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung BMKG, Edi Wibowo memastikan kondisi ini merupakan fenomena alam yang lazim terjadi ketika musim kemarau.

"Untuk Bandung bulan Juni sudah memasuki awal musim kemarau dan suhu dingin ekstrem memang cenderung berpeluang terjadi saat musim kemarau, yakni di malam hari hingga pagi hari," ujar Edi Wibowo.

Edi menambahkan bahwa pelepasan energi panas bumi pada malam hari berlangsung lebih cepat tanpa terhalang awan.

"Dampaknya adalah suhu minimum atau udara dingin yang ekstrem," jelas Edi Wibowo.

Guna mengantisipasi dampak cuaca cerah yang kontras ini, pihak BMKG menyarankan warga untuk menjaga kesehatan badan serta membatasi kegiatan di ruang terbuka.

"Mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak perlu dan selalu mengupdate informasi cuaca dan iklim melalui web dan media sosial resmi BMKG," kata Edi Wibowo.

Sementara itu, penurunan suhu di Jawa Timur tercatat lebih signifikan terutama di kawasan dataran tinggi. Data Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur merekam suhu di kawasan Bromo mencapai titik terendah sebesar 11,5 derajat Celsius, diikuti Kota Batu dan Malang yang berada di bawah 18 derajat Celsius.

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan bahwa suhu malam yang biasanya berkisar antara 21-23 derajat Celsius dapat turun hingga sekitar 17-19 derajat Celsius ketika fenomena bediding terjadi.

Di wilayah Jawa Tengah, daerah Temanggung diprediksi mengalami penurunan suhu hingga 13 derajat Celsius dan Wonosobo berkisar 14-17 derajat Celsius. Untuk Jawa Barat, wilayah Garut mencatatkan potensi suhu terendah antara 11 hingga 17 derajat Celsius.

Kondisi perubahan cuaca ini juga diantisipasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta karena adanya efek El Nino yang membuat musim hujan datang terlambat.

Analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Kota Yogyakarta, Iswari Mahendrarko menyatakan bahwa langkah kesiapsiagaan ditingkatkan untuk memantau potensi kedaruratan di lapangan secara berkala.

"BPBD meningkatkan kesiapsiagaan melalui Pos BPBD Tegal Turi dan Tim Reaksi Cepat yang bersiaga selama 24 jam untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan serta mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat," kata Iswari Mahendrarko.

Pihak BPBD Yogyakarta menjabarkan bahwa fluktuasi suhu yang tajam berisiko memicu penyakit saluran pernapasan hingga dehidrasi.

"Akibatnya, masyarakat merasakan perbedaan suhu cukup ekstrem. Pada malam hingga pagi hari udara terasa dingin dengan suhu berkisar 19 hingga 21 derajat Celsius, sedangkan siang hari suhu dapat mencapai 31 hingga 32 derajat Celsius," tutur Iswari Mahendrarko.

Selain ancaman kesehatan, cuaca kering dan angin kencang juga meningkatkan kerawanan bencana kebakaran di kawasan pemukiman maupun lahan kosong.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di lahan kering, serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman untuk mencegah terjadinya kebakaran," ujar Iswari Mahendrarko.

Berikut adalah visualisasi rentang parameter cuaca berdasarkan simulasi meteorologi BMKG di wilayah Dago untuk periode 10 hingga 19 Juli 2026.

Tren Suhu Dago Periode 10-19 Juli 2026
Parameter Cuaca Nilai Udara Waktu Kejadian
Suhu Terendah 16°C Dini Hari (11, 12, 13 Juli)
Suhu Tertinggi 28°C Siang Hari (13, 14, 18/7)
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author