Risiko Ekspor SDA Satu Pintu Melalui Danantara Sumberdaya Indonesia

Share

24 May 2026 13:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Founder sekaligus Chief Marketing Officer & Partner Jarvis Asset Management Kartika Sutandi menilai, terdapat sejumlah risiko di balik penerapan ekspor SDA satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia.

Bahkan, salah satu risiko terburuknya adalah, rupiah bisa anjlok hingga tembus Rp25.000/dolar AS.

Menurutnya, kebijakan ekspor SDA satu pintu dinilai terlalu terburu-buru. Pengalihan ekspor ke satu badan milik negara juga berisiko mengalihkan pelanggan luar negeri ke negara lain.

Dia menambahkan, juga terdapat risiko perlambatan penyesuaian jual beli dengan pelanggan luar negeri saat penjualan diserahkan ke Danantara Sumberdaya.

“Karena dipaksa badan ekspor immediately nggak pake pelan-pelan itu takutnya ada revenue dolar AS kita yang jeblok, kalau revenue jeblok S&P bisa downgrade pasti, Moody’s juga,” kata wanita dengan sapaan akrab Tjoe Ay tersebut, dalam kegiatan Stock Idea Festival di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga

Tjoe Ay juga mengatakan, penerapan badan ekspor satu pintu yang tidak sesuai dengan prinsip bisnis yang wajar akan berisiko terhadap posisi defisit fiskal dan nilai tukar rupiah di masa mendatang.

Risiko itu disebabkan karena ketidakpastian pendapatan pemerintah dalam bentuk dolar AS, akibat kemacetan dari ekspor komoditas utama penopang APBN seperti batubara dan minyak kelapa sawit atau CPO.

“Kalau kena downgrade, rupiah 25.000 itu possible karena bond dijualin secara masif, karena beberapa fund manager di luar yang main fixed income tidak bisa beli kalau dikasih downgrade,” tuturnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author