Jannik Sinner Menjuarai Wimbledon 2026 Usai Menundukkan Alexander Zverev

Share

Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner sukses mempertahankan gelar tunggal putra Wimbledon setelah menundukkan perlawanan ketat Alexander Zverev di All England Club pada Minggu, 12 Juli 2026. Petenis asal Italia tersebut mengendalikan permainan yang berjalan sengit untuk mencatatkan kemenangan dengan skor akhir 6-7 (7-9), 7-6 (7-2), 6-3, dan 6-4. Kemenangan melelahkan ini dipastikan Sinner dalam waktu 3 jam 46 menit, yang menjadi durasi pertandingan terlama kedua sepanjang karier profesionalnya.

Sinner kini tercatat sebagai pria ke-10 yang berhasil mempertahankan trofi tunggal putra Wimbledon sejak era Open dimulai pada tahun 1968.

Keberhasilan di London ini sekaligus memulihkan performa Sinner setelah sempat tersingkir di semifinal Australia Terbuka dan babak kedua Prancis Terbuka awal tahun ini. Laga final yang berlangsung di Centre Court ini turut disaksikan oleh Pangeran dan Putri Wales, serta selebritas Hollywood Nicole Kidman dan Ben Stiller.

Sinner mengamankan gelar Grand Slam kelima dalam kariernya sekaligus trofi mayor pertamanya sepanjang musim kompetisi 2026 ini. "It has been an amazing final once again. It always takes two players," kata Jannik Sinner, Juara Wimbledon 2026.

Sinner juga menyatakan kepuasan atas kualitas permainan tinggi yang ditunjukkan oleh dirinya maupun sang lawan sepanjang pertandingan penentu tersebut. "I'm very happy about the win but also about the level we played," ujar Jannik Sinner, Juara Wimbledon 2026. Di sisi lain, Alexander Zverev yang merupakan unggulan kedua asal Jerman tampil agresif demi mengejar gelar Grand Slam keduanya setelah menjuarai Prancis Terbuka bulan lalu.

Kekalahan ini memperpanjang catatan negatif Zverev yang kini selalu kalah dalam 10 pertandingan terakhir melawan Sinner.

Meskipun kalah, posisi peringkat dunia Zverev dipastikan akan naik menggeser Carlos Alcaraz yang sedang cedera untuk menempati peringkat kedua dunia pada hari Senin. "Jannik, I don't really like you any more," kelakar Alexander Zverev, Runner-up Wimbledon 2026. Zverev kemudian memberikan pengakuan terhadap ketangguhan lawannya yang mampu membuktikan kapasitas sebagai petenis terbaik di dunia saat ini.

"He showed once again why he is the best player in the world," puji Alexander Zverev, Runner-up Wimbledon 2026.

Zverev sempat memimpin dengan memenangkan set pertama melalui strategi permainan menyerang yang mendekati garis belakang lapangan. Namun, momentum pertandingan berbalik setelah Zverev sempat terpeleset saat mengejar pukulan drop-shot Sinner pada kedudukan 3-3 di set ketiga.

Zverev tetap mengapresiasi pencapaian timnya yang berhasil menembus final Wimbledon untuk pertama kali sepanjang kariernya. "We had a pretty good two months, even though we lost this final," ucap Alexander Zverev, Runner-up Wimbledon 2026.

Zverev menambahkan bahwa performa di All England Club musim ini memberikan keyakinan baru baginya di usia 29 tahun. "We came into Wimbledon having never reached the quarter-finals, and we reached a first final," tutur Alexander Zverev, Runner-up Wimbledon 2026. Zverev menutup pernyataannya dengan menegaskan kepercayaan diri yang ia rasakan selama berkompetisi di turnamen tahun ini.

"At 29, this is the first time I believed I could win this trophy," pungkas Alexander Zverev, Runner-up Wimbledon 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author