Novak Djokovic Tegaskan Belum Pensiun Usai Kalah di Semifinal Wimbledon

Share

Petenis tunggal putra Novak Djokovic menegaskan keinginannya untuk tetap bertanding di turnamen Wimbledon tahun depan meskipun baru saja menelan kekalahan pada babak semifinal, Jumat, 10 Juli 2026. Langkah petenis asal Serbia tersebut untuk meraih gelar Grand Slam ke-25 digagalkan oleh petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, melalui pertandingan tiga set langsung yang berakhir dengan skor 6-4, 6-4, 6-4 di Centre Court, London.

Kekalahan straight set ini memicu spekulasi mengenai masa depan Djokovic di dunia tenis mengingat usianya yang telah menginjak 39 tahun. Kendati demikian, pemilik 24 gelar Grand Slam tersebut mengisyaratkan bahwa dirinya belum siap untuk mengakhiri karier profesionalnya dalam waktu dekat.

Saat berbicara kepada awak media setelah pertandingan, Djokovic memberikan tanggapan mengenai peluang dirinya untuk kembali berkompetisi pada edisi ke-150 turnamen Wimbledon tahun depan saat ia berusia 40 tahun.

"I would like to, at least one more time. Let’s see," ujar Djokovic.

Meskipun gagal menembus babak final Grand Slam untuk yang ke-39 kali sepanjang kariernya, Djokovic menilai penampilannya di turnamen ini tetap memberikan dampak positif. Sebelum ditumbangkan oleh Sinner, ia sempat memenangi laga panjang melawan petenis peringkat empat dunia, Felix Auger-Aliassime, di babak perempat final.

Ambisi besar untuk terus berprestasi menjadi alasan utama di balik keputusan petenis veteran tersebut untuk tetap bertahan di level tertinggi.

"Of course, I’m disappointed. I wanted to win Wimbledon. That’s the reason why I’m still pushing myself so hard," kata Djokovic.

Petenis yang meraih gelar Grand Slam terakhirnya di US Open 2023 ini menambahkan bahwa pencapaiannya menembus babak empat besar Wimbledon membuktikan kemampuannya belum habis.

"I’m proud of what I achieved three nights ago. Felix is number three, fourth player in the world. Proven to myself and others that I can still play at the highest level, and I have," tutur Djokovic.

Ia juga mengakui keunggulan Sinner yang saat ini menyandang status sebagai pemain terbaik di dunia.

"I reached the last four of Wimbledon. Losing in straight sets against the best player in the world, okay. It is what it is.

But the tournament was positive in terms of the attitude on the court, the fighting spirit, the dedication. I mean, it’s still there," ucap Djokovic.

Setelah kegagalan di London, Djokovic dilaporkan akan langsung mengalihkan fokusnya untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen Grand Slam terakhir tahun ini, yaitu US Open.

"A little bitter taste stays as I wasn’t at the desired level today. But we turn the next page and we move on," kata Djokovic.

Ia menegaskan bahwa keputusannya untuk terus bermain murni didasari oleh keinginan pribadi tanpa adanya tekanan dari pihak luar.

"I don’t have any pressure or no one is forcing me to play. I do it because I really want to and because I still can. I still can play as a top-10, top-5 player. Let’s see what the future brings," pungkas Djokovic.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author