Jannik Sinner Melaju ke Final Wimbledon Usai Kalahkan Novak Djokovic

Share

Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner memastikan diri melaju ke babak final turnamen Wimbledon setelah mengalahkan juara tujuh kali Novak Djokovic di Centre Court, London, pada Jumat, 10 Juli 2026. Kemenangan tiga set langsung ini diraih setelah Sinner mengubah strategi latihannya ke lapangan keras dalam ruangan menjelang pertandingan semifinal tersebut. Keputusan taktis yang diambil oleh dua pelatih Sinner, Darren Cahill dan Simone Vagnozzi, terbukti berhasil mengembalikan ketepatan waktu pukulan yang sempat hilang dalam lima laga awal turnamen.

Mantan petenis dunia yang pernah dilatih oleh Cahill memberikan pandangannya mengenai performa impresif yang ditunjukkan oleh Sinner saat menghadapi perlawanan Djokovic.

"He’s reminded himself just how much that ball can explode off his racket," kata Andre Agassi, mantan petenis profesional. Agassi juga menyoroti bagaimana pemain asal Italia tersebut mampu memukul bola dengan keyakinan penuh dan membandingkannya dengan tantangan bermain di atas permukaan lapangan rumput.

"With the grass, especially if you’re going to live aggressively, you have to almost count on that bounce or you got to wait, take a beat, let it bounce, know where the ball’s going to be so you can hit that ball square," tambah Andre Agassi, mantan petenis profesional. Menurut Agassi, ketidakpastian pantulan bola di lapangan rumput dapat memicu keraguan dalam ayunan raket, sehingga berlatih di lapangan keras menjadi solusi terbaik.

"What that does over time is it makes you hesitate a little bit, makes you forget the cleanness of your swing," lanjut Andre Agassi, mantan petenis profesional. Di sisi lain, Djokovic mengakui keunggulan lawannya yang tampil sangat dominan sepanjang pertandingan semifinal dan mematahkan perlawanannya tanpa hambatan berarti. "Was a good old blowout," aku Novak Djokovic, petenis Serbia.

Djokovic juga secara terbuka memuji performa Sinner yang dinilainya berada di level yang jauh lebih tinggi dan tampil sebagai kekuatan dominan.

"He was just a level or more better than I was," tambah Novak Djokovic, petenis Serbia. Kekalahan ini menjadi antiklimaks bagi Djokovic setelah pada pertemuan sebelumnya di semifinal Australian Open tahun ini sempat mengalahkan Sinner lewat duel lima set. Kini Sinner bersiap menghadapi juara French Open, Alexander Zverev, dalam partai puncak yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu.

"You can’t underestimate anyone, especially in a Slam final," ujar Jannik Sinner, petenis Italia.

Sinner menambahkan bahwa kemenangan Zverev di Roland Garros telah meningkatkan agresivitas permainan sang rival menjelang laga penentu juara tersebut. "His victory at Roland Garros really helped him. He’s playing very aggressively. He’s a different player now," pungkas Jannik Sinner, petenis Italia.

Pertandingan final mendatang menjadi momentum bagi Sinner untuk mempertahankan gelar juara Wimbledon sekaligus menghadapi Zverev yang akan naik ke peringkat dua dunia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author