Astronot Shenzhou XXIII Lakukan Eksperimen Fisiologi dan Sains di Tiangong
Kru astronot misi luar angkasa berawak Shenzhou XXIII melaksanakan berbagai eksperimen fisiologi dan sains fisik di stasiun luar angkasa Tiangong untuk mempelajari dampak mikrogravitasi terhadap tubuh manusia pada Minggu, 12 Juli 2026. Dilansir dari video China Manned Space Agency (CMSA), spesialis muatan pertama asal Hong Kong, Lai Ka-ying, bersama Komandan Misi Zhu Yangzhu dan Pilot Zhang Zhiyuan bekerja berpasangan dalam mengumpulkan data biomekanika ekstremitas bawah dan fungsi otak. Para astronot mengukur tekanan plantar serta karakteristik otot dan tendon selama latihan beban untuk memetakan hubungan kondisi gerak di ruang angkasa, sekaligus menguji alat ukur massa tubuh yang baru ditingkatkan.
Selain mempelajari performa saraf dan kontrol kognitif, kru juga merawat peralatan pendukung kehidupan regeneratif, mengganti pembakar modul gas, serta membersihkan lensa jendela observasi.
Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) mengonfirmasi bahwa instrumen pemantau gas rumah kaca Multi-Spectral Imaging Carbon Observatory (Musico), atau Eye for Space, yang dikembangkan mereka telah resmi beroperasi di luar stasiun. "[The device] was recently assembled and tested in orbit by Dr Lai Ka-ying, Hong Kong’s first payload specialist, and two other astronauts," kata pihak Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) dalam pernyataan resminya.
Alat pemantau emisi karbon tersebut ditempatkan pada titik lampiran muatan luar stasiun Tiangong dan diproyeksikan beroperasi selama minimal dua tahun di orbit Bumi. "It was successfully installed at the designated payload attachment point on the exterior of the Tiangong space station and officially put into operation," lanjut perwakilan Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) mengenai status instrumen tersebut.
Misi Shenzhou XXIII yang meluncur sejak 24 May ini dijadwalkan menjalani tinggal di orbit selama satu tahun untuk menyelesaikan lebih dari 100 proyek sains baru.