Polisi Selidiki Penusukan Lima Warga oleh Pria di Tangerang
Aksi penusukan acak oleh seorang pria berinisial KM mengakibatkan lima orang warga mengalami luka-luka di wilayah Kota Tangerang pada Minggu (12/7/2026). Dilansir dari Detikcom, kepolisian saat ini masih mendampingi proses pemulihan para korban serta melakukan pemeriksaan medis terhadap pelaku.
Kondisi para korban saat ini sedang dalam penanganan medis secara intensif. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa mayoritas korban sudah menunjukkan perkembangan yang stabil.
"Untuk jumlah korban saat ini terdata lima, kelimanya kondisi luka, empat sedang proses penyembuhan," kata Kapolsek Jatiuwung Kompol Kresna Ajie Perkasa saat dihubungi, Minggu (12/7/2026).
Satu di antara lima korban tersebut harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif di ruang perawatan khusus. Lokasi penusukan terhadap korban tersebut berada di bawah area hukum polres yang berbeda.
"Satu orang masih di ICU. Untuk korban ICU kebetulan TKP-nya masuk ke wilayah Kelapa Dua wilayah hukum Polres Tangsel. TKP-nya di Jalan Mataram, Bencongan Kelapa Dua," ucap Kompol Kresna Ajie Perkasa.
Penyelidikan awal mengenai latar belakang tindakan pelaku mengungkap adanya indikasi masalah kesehatan mental. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, pelaku diketahui telah lama mengalami kesulitan dalam berinteraksi.
"Berdasarkan keterangan dari keluarga, bahwa si pelaku ini sudah 6 tahun ada sulit diajak komunikasi," ucap Kompol Kresna Ajie Perkasa.
Guna memastikan kondisi tersebut, kepolisian memutuskan untuk memindahkan penahanan pelaku ke fasilitas kesehatan kedokteran kepolisian. Langkah ini diambil agar tim medis dapat melakukan pemeriksaan kejiwaan secara mendalam.
"Untuk posisi pelaku saat ini kami bantarkan untuk menjalani observasi di RS Polri Kramat Jati," tambah Kompol Kresna Ajie Perkasa.
Hingga saat ini, aparat penegak hukum belum menetapkan motif pasti di balik penyerangan spontan tersebut. Polisi masih sepenuhnya bersandar pada hasil evaluasi kejiwaan resmi yang dikeluarkan oleh tim dokter.
"(Motif) kami masih belum bisa kasih jawaban. Kami masih menunggu hasil dari dokter untuk mengetahui bagaimana kondisi pelaku sebenarnya," ungkap Kompol Kresna Ajie Perkasa.