YouTuber Hari Jisun Masak Seblak Pedas untuk Komunitas Panahan Korea

Share

YouTuber Hari Jisun kembali memperkenalkan kuliner Indonesia dengan memasak seblak langsung untuk ibunya dan komunitas panahan di Korea Selatan. Aksi memasak makanan khas Jawa Barat ini dibagikan melalui unggahan video terbarunya, seperti dilansir dari Detik Food. Perempuan yang memiliki 3,63 juta subscriber ini meracik seblak dengan bumbu tingkat kepedasan setara level satu hingga dua.

Hidangan dalam panci penuh tersebut berisi kerupuk yang dilembekkan, aneka sayuran, telur, jamur enoki, serta bakso ikan. Saat hidangan diperlihatkan, rekan-rekan dari ibu Jisun langsung menunjukkan ketertarikan mereka. Jisun kemudian memberikan penjelasan mengenai latar belakang makanan tersebut kepada para pencicip.

"Seblak itu di Indonesia adalah jajanan seperti tteokbokki. Ini bisa dibilang tteokbokki versi Indonesia," jelasnya.

Para orang tua asli Korea tersebut langsung mencicipi seblak yang dibagikan dan memberikan respons positif. Mereka menilai cita rasa masakan Jisun sangat lezat dan memiliki kemiripan dengan tteokbokki. "Rasanya enak!" ujar seorang bapak-bapak.

"Mirip seperti tteokbokki, ini sesuai seleraku!" sahut yang lain. Beberapa orang bahkan menambah porsi seblak dan menilai hidangan tersebut sangat cocok dipadukan dengan makgeolli, minuman alkohol tradisional Korea. Hidangan seblak buatan Jisun akhirnya ludes tanpa sisa.

"Ini cocok sekali dinikmati bersama makgeolli. Kita harus minum itu sekarang," ujar salah seorang ibu dari Jisun. Video memasak tersebut telah ditonton lebih dari 377 ribu kali dan menuai beragam komentar dari warganet.

Banyak netizen yang memberikan saran hidangan selanjutnya hingga mengaku senang melihat reaksi para warga Korea. "Next liwetan bareng kak, kayaknya seru deh!" komentar netizen.

"Akhirnya bisa lihat reaksi teman-teman cabe mama nyobain masakan Jisun lagi," sahut netizen.

"Nggak nyangka kalau seblak bakal disukai orang luar," komentar lainnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author