Paolo Maldini Mengemban Misi Kebangkitan Sepak Bola Italia
Mantan kapten AC Milan Paolo Maldini kini resmi mengemban tugas berat untuk membangkitkan prestasi sepak bola Italia melalui peran barunya di jajaran manajemen tim nasional. Langkah besar ini menjadi sorotan pada Minggu (12/7) seiring ekspektasi tinggi publik terhadap figur legendaris tersebut.
Maldini akan bekerja sama dengan Leonardo untuk memulihkan kejayaan olahraga di negara tersebut. Dilansir dari Tuttosport, beban besar ini kini berada di pundak seorang direktur teknis untuk menyelesaikan masalah struktural, melampaui tugas seorang pelatih. Keluarga Maldini sendiri menjadi jaminan kualitas sepak bola karena sang ayah, Cesare Maldini, merupakan mantan pemain dan pelatih tim nasional.
Rekor luar biasa mengiringi karier Maldini yang telah membela skuad Azzurri sebanyak 126 kali. Di tingkat klub, ia memegang rekor 902 penampilan bersama AC Milan, 647 laga di Serie A, serta menjadi pemain Italia dengan penampilan terbanyak di kompetisi UEFA sebanyak 174 pertandingan.
Nils Liedholm menjadi sosok penting yang memberikan kepercayaan kepada Maldini saat melakoni debut profesional pada usia 17 tahun dalam laga Udinese melawan AC Milan, 20 Januari 1985.
"Vai e divertiti" kata Nils Liedholm, Mantan Pelatih AC Milan.
Maldini memulai langkah pertamanya di posisi bek kanan sebelum bergeser ke sisi kiri yang membesarkan namanya. Karakter kepemimpinannya di dalam ruang ganti membuatnya dihormati layaknya kepala suku saat membawa klub melewati masa kejayaan maupun periode sulit.
Meskipun memiliki reputasi besar dengan raihan lima trofi Liga Champions dan tujuh gelar Serie A, Maldini tetap dikenal memiliki kepribadian yang membumi hingga akhir kariernya pada 31 Mei 2009.
"Vorrei essere ricordato come una persona normale" tutur Paolo Maldini, Direktur Teknis Tim Nasional Italia.
Sebagai jajaran manajemen, Maldini juga membuktikan kompetensinya dengan membawa AC Milan meraih gelar juara liga saat mendukung pelatih Stefano Pioli. Mulai hari ini, tantangan baru yang sesungguhnya telah menanti sang legenda untuk membenahi sistem sepak bola Italia.