Sultan HB X Kunjungi Situs Sejarah Mataram di Sragen
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono (HB) X, melakukan kunjungan resmi ke Kabupaten Sragen. Seperti dikutip dari Detik Travel, kunjungan ini bertujuan untuk menyambangi berbagai situs bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan Keraton Kasultanan Yogyakarta.
Sejumlah lokasi yang dikunjungi oleh Sultan HB X di antaranya adalah Pandak, Krikilan, Goa Mangkubumi, Pesanggrahan Ponopatan di Katelan, serta Sendang Sumberan Japoh. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Muhibah Budaya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sragen, Hargiyanto, menjelaskan bahwa Muhibah Budaya tersebut dilakukan untuk menelusuri jejak petilasan leluhur Sultan HB X. Salah satu titik penting berada di wilayah Pandak.
Di lokasi tersebut, Sultan HB X meninjau tempat singgah pertama kalinya Pangeran Mangkubumi saat tiba di Kabupaten Sragen. Wilayah ini menyimpan nilai historis yang tinggi bagi silsilah kesultanan.
"Ya kan di sana kan yang dijelaskan yang pertama waktu kunjungan pertama Pangeran Mangkubumi, Mangkubumi HB I itu datang ke Sragen kan ke Pandak dulu, Krikilan. Diceritakan di sana riwayat bagaimana Kanjeng Mangkubumi dari Keraton Jogja, karena ada sedikit perselisihan, karena mungkin dengan Belanda, Hindia Belanda ya, akhirnya terus dia jengkar (pergi) dari Keraton terus lari ke Sragen," kata Hargiyanto.
Saat berada di kawasan Sumberan, Japoh, Sultan HB X juga sempat membasuh muka dan tangannya. Area tersebut dikenal memiliki keasrian alam yang terjaga dengan keberadaan vegetasi yang rindang.
"Iya di situ tadi, iya. Tadi sempat cuci muka, cuci tangan, pokoknya yang jelas ini melihat membasuh tangannya seperti itu, membasuh tangannya. Karena memang di situ ada tujuh mata air yang mengalir dan memang potensial karena di situ ada 21 macam pohon gede-gede, pohon-pohon yang bisa menampung air," ujar Hargiyanto.
Melihat potensi dari kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sragen memprediksi kawasan Situs Sumberan akan menjadi destinasi yang populer. Langkah penataan dan rehabilitasi kawasan pun mulai disusun.
"Saya kira ini potensial sekali, terutama yang Sumberan tadi. Tahun 2027 insyaallah Pak Bupati akan merencanakan untuk merehab, tetapi merehabnya ya seperti-seperti itu tapi direhab yang baik. Saya melihat nanti akan viral, lha Pak Kanjeng Sultan cuci muka di situ saja ini nanti orang pasti besok pagi banyak yang ke situ," ucap Hargiyanto.
Agenda Muhibah Budaya ini diharapkan mampu membuka lembaran baru dalam hubungan sejarah antara Yogyakarta dan Sragen. Kegiatan ini juga memperkuat ikatan emosional persaudaraan batin Mataraman.
"Selama ini daerah Mataraman luar seperti Blitar, Tulungagung, atau Ponorogo sudah sering tersentuh kerja sama kebudayaan Jogja. Padahal Sragen ini adalah tempat awal mula perjuangan sebelum Keraton Jogja berdiri," tutur Hargiyanto.
Pemerintah Kabupaten Sragen kini mulai menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi DIY. Koordinasi ini dilakukan bersama Sekda Pemprov DIY yang turut hadir dalam rombongan.
"Kami berharap ke depan ada kerja sama kebudayaan yang lebih erat," kata Hargiyanto.