Almada Operasikan Sumur Baru untuk Atasi Krisis Air Bersih
Pemerintah daerah Almada mulai mengoperasikan sumur bor luar biasa GW1 pada Minggu, 12 Juli 2026 pagi, guna memperkuat kapasitas penyerapan air di wilayah tersebut. Langkah ini diambil setelah pemukiman di Almada mengalami gangguan pasokan air bersih selama beberapa hari terakhir akibat masalah pengelolaan jaringan.
Pengoperasian sumur darurat tersebut berhasil direalisasikan dalam waktu singkat berkat bantuan perusahaan GeoWorks (GW). Jadwal pengaktifan ini maju signifikan dari rencana awal yang sebelumnya ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.
Menurut laporan CNN Portugal, sumur bor yang digerakkan menggunakan generator ini sebenarnya sudah siap beroperasi sejak Sabtu. Namun, uji coba perdana terpaksa dihentikan beberapa menit setelah dinyalakan karena muncul keluhan dari warga setempat terkait polusi suara yang dihasilkan peralatan tersebut.
Guna mengatasi masalah kebisingan, otoritas terkait memutuskan bahwa sumur bor GW1 hanya akan dioperasikan secara penuh pada siang hari. Fasilitas baru ini diproyeksikan mampu mendongkrak kapasitas penyerapan air pada sistem pasokan di Almada hingga mencapai 20 persen.
Sejak Kamis lalu, tidak ada lagi laporan mengenai pemutusan aliran air secara mendadak di seluruh wilayah kota. Distribusi air kini diatur melalui skema penghentian pasokan terjadwal pada malam hari demi mempercepat pemulihan cadangan sistem secara keseluruhan.
Di sisi lain, krisis air ini memicu kritik tajam terhadap manajemen pemerintahan lokal yang dipimpin oleh Partai Sosialis (PS). Jaringan pipa di bawah tanah Almada dinilai mengalami kebocoran tinggi dan tingkat pembaruan infrastruktur yang sangat rendah akibat kelalaian bertahun-tahun.
Kritik tersebut menyoroti ketidakmampuan Wali Kota Almada, Ines de Medeiros, dan Wali Kota Seixal, Paulo Silva, dalam membangun pengelolaan akuifer yang terintegrasi. Hal ini diperparah oleh prioritas anggaran daerah tahun 2026 yang lebih berfokus pada sektor perumahan, akses pantai, dan pusat penitipan hewan dibandingkan infrastruktur air.
Melalui publikasi majalah lokal pada April lalu, pemerintah daerah sempat menyatakan visi yang dinilai terlalu muluk tanpa menyentuh akar masalah nyata di lapangan.
"Almada é um foco de humanidade num mundo cada vez mais desumano" kata Ines de Medeiros, Presiden Dewan Kota Almada.
Selain itu, anggota dewan Luis Palma yang memimpin Layanan Air dan Sanitasi Kota Almada (SMAS) juga dikritik karena lebih memilih membahas isu politik kesehatan dibanding memberikan rincian program perbaikan layanan air.
Padahal, pada komunikasi publik tahun 2022, pihak pemerintah daerah terkesan meremehkan potensi krisis dengan mengandalkan narasi ketersediaan sumber daya yang melimpah.
"O valor da água é profundo e complexo. Não há nenhum aspeto do desenvolvimento sustentável que não dependa fundamentalmente dela" ujar Ines de Medeiros mematut pernyataan dari Sekretaris Jenderal PBB.
Ia kemudian menambahkan klaim mengenai kondisi wilayah yang dipimpinnya saat itu.
"concelho assente sobre uma reserva quase inesgotável de água de grande qualidade" kata Ines de Medeiros.
Secara nasional, Portugal dilaporkan telah membuat kemajuan nyata dalam penyediaan air bersih untuk sebagian besar warganya pada tahun 2026. Kasus yang terjadi di Almada dinilai murni sebagai kegagalan tata kelola pemerintah daerah, bukan cerminan kondisi infrastruktur negara secara umum.