Stale Solbakken Enggan Salahkan VAR Usai Norwegia Tersingkir
Pelatih tim nasional Norwegia Stale Solbakken menegaskan tidak ingin menjadikan keputusan VAR atau rumor teknis di lapangan sebagai alasan setelah timnya ditundukkan Inggris 1-2 pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Minggu, 12 Juli 2026 pagi WIB.
Kekalahan lewat babak tambahan waktu tersebut menghentikan kejutan Løvene yang sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Andreas Schjelderup pada menit ke-36 sebelum dibalikkan oleh dua gol Jude Bellingham.
Skuad asuhan Stale Solbakken sebenarnya sempat mencetak gol dari situasi bola mati, namun dianulir VAR karena Erling Haaland dinilai mendorong pemain Inggris. Muncul pula rumor bola membentur kabel kamera sebelum gol kedua Inggris terjadi.
Kendati demikian, Solbakken memilih bersikap lapang dada menerima hasil akhir pertandingan serta memberikan ucapan selamat kepada kubu lawan.
"Kami bermain di level tertinggi, tetapi detail-detail kecil tidak berpihak kepada kami. Itulah kehidupan, sekarang kami harus mengambil napas sejenak," ujar Solbakken, dikutip dari Reuters.
Nakhoda berusia 58 tahun tersebut mengaku sangat mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu bangkit dan meredam tekanan permainan sejak babak kualifikasi hingga menembus putaran final.
"Ini adalah level tertinggi, tidak ada yang lebih tinggi dari ini. Kami sempat mengalami beberapa masalah pada 20 menit pertama, tetapi saya benar-benar memberikan apresiasi kepada para pemain," kata pelatih berusia 58 tahun tersebut.
Performa impresif Norwegia sepanjang turnamen, termasuk keberhasilan menumbangkan Brasil di babak 16 besar, memicu euforia luar biasa hingga menyebabkan jersi merah tim nasional habis terjual di negara asal mereka.
"Saya berharap musim panas 2026 menjadi sesuatu yang baik bagi semua orang dan kami telah melakukan sesuatu yang luar biasa bersama-sama," tuturnya.
Solbakken merasa sangat bangga karena seluruh elemen tim berhasil memenuhi ekspektasi tinggi dari publik sepak bola Norwegia yang kembali menyaksikan timnya di Piala Dunia sejak 1998.
"Kami mendapat dukungan luar biasa dari seluruh Norwegia. Kami memenuhi ekspektasi, dan itulah yang paling saya banggakan," sambung Solbakken.
Ia juga menambahkan bahwa target peningkatan performa pasca-kualifikasi berhasil dipenuhi oleh Erling Haaland dan kolega di atas lapangan.
"Kami mengatakan akan meningkatkan level permainan ketika tampil di Piala Dunia setelah kualifikasi yang luar biasa, dan kami berhasil melakukannya. Para pemain sudah memberikan segalanya," ujar dia.
Mengenai sejumlah insiden kontroversial yang merugikan timnya, mantan pemain timnas Norwegia itu memilih fokus pada kedewasaan tim dalam menyikapi hasil laga.
"Ada banyak situasi hari ini. Kami juga mungkin sudah melihat banyak hal seperti itu selama Piala Dunia ini. Hal-hal seperti itu memang terjadi. Kami hanya ingin mendoakan Inggris mendapatkan yang terbaik," kata Solbakken.