5 Fakta Fat Choy, Tanaman Unik Simbol Keberuntungan dan Kekayaan
Published
·
2 Reads
Tanaman fat choy belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial karena tampilannya yang unik menyerupai rambut hitam. Di balik kontroversi dan keunikan bentuknya, bahan pangan ini ternyata memiliki nilai budaya yang sangat tinggi dan dipercaya membawa kemakmuran. Berikut adalah 5 fakta menarik seputar fat choy yang perlu Anda ketahui.
- Bukan Rambut atau Rumput Liar — Fat choy sebenarnya merupakan koloni sianobakteri dengan nama ilmiah Nostoc flagelliforme yang tumbuh alami di kawasan gurun dan padang rumput China bagian utara serta Mongolia.
- Simbol Keberuntungan dan Kekayaan — Dalam bahasa Mandarin, pengucapan fat choy mirip dengan frasa 'fa cai' yang berarti memperoleh rezeki, sehingga masyarakat Tionghoa menjadikannya hidangan wajib saat Tahun Baru Imlek.
- Harganya yang Mahal — Bahan pangan premium ini dijual dengan harga berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per 50 gram, bahkan bisa melebihi Rp1 juta untuk kemasan 100 gram kualitas premium akibat proses panen yang sulit dan pertumbuhan yang lambat.
- Bernutrisi Tinggi — Meski sering kali hanya dikonsumsi sebagai pelengkap, fat choy kering kaya akan kandungan gizi mulai dari serat pangan, protein, zat besi, kalsium, magnesium, hingga kalium.
- Diolah dalam Berbagai Hidangan — Dalam kuliner tradisional China, bahan ini biasanya direndam terlebih dahulu sebelum diolah ke dalam sup, hidangan vegetarian khas Buddha, hingga tumisan jamur karena kemampuannya menyerap bumbu dengan baik.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author