Rapidus Siap Tantang Dominasi TSMC di Pasar Semikonduktor Global

Share

Persaingan teknologi fabrikasi perangkat masa depan kian memanas setelah manufaktur chip baru asal Jepang, Rapidus, bersiap menantang dominasi TSMC di pasar semikonduktor global.

Langkah strategis startup semikonduktor ini diungkapkan oleh Chief Executive Rapidus, Atsuyoshi Koike, seperti yang dilansir dari Gamebrott.

Rapidus menargetkan tarif sewa berkisar antara USD 18.550 hingga USD 21.635 per wafer silikon untuk proses fabrikasi kelas 2nm mereka yang dijadwalkan meluncur pada paruh kedua tahun 2027.

Nominal yang ditawarkan oleh Rapidus tercatat jauh lebih murah dibandingkan dengan TSMC yang dirumorkan mematok tarif di kisaran USD 30.000 untuk teknologi 2nm milik mereka.

Harga miring tersebut juga bersaing ketat dengan Samsung yang mematok node SF2 di angka USD 20.000 untuk para mitranya.

Kendati menawarkan harga bersaing, langkah Rapidus ini dipandang memiliki risiko finansial yang cukup tinggi karena mereka saat ini hanya mengoperasikan satu pabrik utama.

Metode Single Wafer Processing Jadi Senjata Rahasia

Tantangan lain datang dari TSMC yang dinilai sudah jauh lebih matang karena diprediksi telah beralih ke node yang lebih canggih seperti arsitektur A16 pada tahun 2028 mendatang.

Namun, startup asal Jepang ini memiliki senjata rahasia berupa metode single wafer processing yang diklaim mampu mempercepat siklus produksi chip secara signifikan.

Saat ini, perusahaan dilaporkan tengah melakukan negosiasi dengan lebih dari 60 calon pelanggan potensial dari luar negeri guna membuktikan kapasitas mereka sebagai alternatif tangguh bagi dominasi TSMC, Intel Foundry, maupun Samsung Foundry.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author