Tiga Pekerja Tewas di Dalam Gorong-Gorong Cipayung
Tiga orang pekerja meninggal dunia saat melakukan pemeriksaan di dalam gorong-gorong kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (11/7/2026). Peristiwa tragis ini diduga terjadi akibat para korban menghirup gas beracun di dalam saluran air tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Ferdi (31), menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Menurutnya, insiden bermula ketika korban pertama masuk ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pekerjaan pemeriksaan namun mendadak tidak memberikan respons.
"Kan satu orang masuk. Dipanggil tidak menyahut, jadinya temennya ikut masuk, masuk mau menolong," kata Ferdi saat ditemui di lokasi, Sabtu (11/7/2026).
Ferdi menambahkan bahwa seorang rekan korban yang merupakan warga negara asing (WNA) sempat berteriak memanggil dari atas saluran. Karena panik tidak mendapat jawaban, WNA yang diduga merupakan mandor proyek tersebut berusaha meminta pertolongan kepada warga sekitar.
"Dia berteriak-teriak di sini. Orang sini juga bingung karena bahasanya kan nggak ngerti," ujarnya.
Meskipun warga sekitar telah memberikan peringatan agar tidak ikut masuk, WNA tersebut tetap nekat turun ke dalam gorong-gorong demi menyelamatkan anak buahnya.
"Sudah dibilang, 'Pak, sudah cukup satu saja yang masuk. Jangan masuk lagi.' Tapi dia tetap nekat karena mungkin mikirnya dia penanggung jawab," tuturnya.
Nahas, tidak lama setelah turun ke bawah saluran air tersebut, suara sang mandor asing tidak lagi terdengar oleh warga yang berada di atas.
"Sampai berteriak sekali di dalam, terus nggak ada suara lagi. Habis itu diam," lanjutnya.
Melihat situasi tersebut, seorang pekerja lain ikut masuk ke dalam gorong-gorong untuk memberikan bantuan, namun ia juga berakhir dalam kondisi tidak sadarkan diri.
"Yang terakhir ikut mau membantu. Padahal sudah dilarang sama orang sini, tetapi dia tetap bersikeras masuk karena pemadam belum datang," ujarnya.
Warga setempat kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mengevakuasi para korban, tetapi ketiga pekerja itu sudah tidak bernyawa saat bantuan tiba.
"Akhirnya telepon pemadam. Tapi pemadamnya juga lama. Ada kali satu jam. Intinya orang tiga itu tadi sudah pingsan," ucapnya.
Menurut Ferdi, prosedur pemeriksaan saluran air tersebut berbeda dari pengerjaan sebelumnya yang biasanya membiarkan lubang terbuka terlebih dahulu demi membuang gas beracun.
"Dulu dibuka dulu, didiamkan tiga jam biar gasnya keluar. Dia bilang memang bergas. Saya juga sempat cium baunya, memang menyengat," imbuhnya.