Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa Hambat Aktivitas Pariwisata
Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah negara di Eropa dan mulai berdampak pada aktivitas wisata. Suhu yang terus meningkat membuat beberapa atraksi ditutup, sementara wisatawan diminta lebih waspada saat berlibur. Prancis mencatat suhu tertinggi tahun ini pada Rabu (8/7/2026).
Di Kota Pissos, wilayah barat daya Prancis, suhu mencapai 44,3 derajat Celsius. Sementara itu, Inggris memecahkan rekor suhu terpanas pada bulan Mei sekitar 35 derajat Celsius. Cuaca ekstrem tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat.
Ratusan sekolah ditutup atau memulangkan siswa lebih awal akibat kondisi yang tidak kondusif ini.
Di Prancis, 48 orang dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat berusaha mendinginkan tubuh. Sementara di Spanyol, dua lansia meninggal dunia akibat serangan panas atau heatstroke.
Dampak kondisi panas ekstrem juga dirasakan sektor pariwisata, seperti dikutip dari Detik Travel. Buckingham Palace dan Windsor Castle menghentikan sementara upacara pergantian penjaga atau Changing of the Guard hingga akhir pekan karena suhu yang terlalu tinggi. Para ahli menjelaskan gelombang panas ini dipicu fenomena omega block. Fenomena tersebut merupakan tekanan udara tinggi di lapisan atmosfer yang memerangkap udara panas dan menghalangi terbentuknya badai penurun suhu.
Wisatawan yang berencana berlibur ke Eropa disarankan mengatur jadwal perjalanan dengan menghindari aktivitas luar ruangan pada siang hari. Waktu terbaik untuk berwisata adalah pagi hari sebelum suhu mencapai puncaknya. Siang hingga sore hari lebih baik dimanfaatkan untuk mengunjungi museum, gereja, atau pusat perbelanjaan. Wisatawan juga perlu bersiap karena tidak semua bangunan tua dan bersejarah di Eropa dilengkapi pendingin udara atau AC.
Untuk mengurangi risiko dehidrasi, wisatawan disarankan membawa kipas angin portabel, handuk pendingin, serta botol minum isi ulang. Mengenakan pakaian longgar berbahan ringan juga dinilai lebih nyaman saat beraktivitas. Meski banyak wisatawan menganggap suhu ekstrem menjadi tantangan saat liburan, sebagian lainnya justru tidak terlalu mempermasalahkannya.
"Saya akan pergi ke Swiss pada Agustus dan orang-orang bilang cuacanya terlalu panas untuk mendaki. Saya tinggal di wilayah selatan Amerika Serikat dan mereka belum tahu apa itu panas, hahaha," tulis seorang pengguna Reddit.
Para ilmuwan mengingatkan Eropa kini menjadi benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia. Kondisi itu membuat gelombang panas diperkirakan akan semakin sering terjadi dan berpotensi memengaruhi pengalaman wisata selama musim panas.