Gen Z Konsumsi Camilan Dua Kali Lebih Banyak dari Baby Boomer

Share

Generasi Z (Gen Z) tercatat mengonsumsi camilan hampir 2 kali lebih banyak dibandingkan generasi baby boomer. Dilansir dari Detik Food, temuan ini membuka fakta mengenai pola makan baru yang digemari oleh generasi muda.

Data tersebut berasal dari survei terhadap 2.000 orang yang dilakukan oleh European Mushrooms dan dilaporkan oleh SWNS. Rata-rata responden dari Gen Z kelahiran 1997-2002 mengonsumsi 81 camilan setiap bulan, sedangkan baby boomer kelahiran 1946-1964 hanya menghabiskan sekitar 45 camilan.

Hasil ini menunjukkan adanya perubahan pola makan yang signifikan. Anak muda kini semakin mengutamakan kepraktisan dibandingkan dengan mengikuti jadwal makan utama seperti sarapan, makan siang, dan makan malam.

Survei tersebut juga menemukan bahwa 8 dari 10 responden Gen Z mengaku mengonsumsi makanan ringan seperti keripik, biskuit, dan cokelat setiap minggu. Kebiasaan tersebut kini telah menjadi bagian dari rutinitas harian mereka.

Namun, kebiasaan ini tidak selalu memberikan dampak positif bagi tubuh. Banyak responden Gen Z melaporkan bahwa mereka sering merasa lesu, perut kembung, hingga mengalami kelelahan setelah mengonsumsi camilan.

Dari seluruh responden yang merasakan efek negatif tersebut, sebanyak 91% mengaku mengalami penurunan energi secara tiba-tiba. Kondisi ini umumnya terjadi sekitar pukul 15.06, saat rasa lelah dan bosan mendorong mereka untuk kembali mencari camilan.

Pergeseran Definisi Makan Tradisional

Ahli pangan asal California, Darin Detwiler, menilai perubahan ini mencerminkan bergesernya definisi makan di masyarakat. Menurut Detwiler, banyak anak muda kini tidak lagi mengatur aktivitas harian mereka berdasarkan waktu makan tradisional.

Sebagai gantinya, makanan kemasan, protein bar, smoothie, hingga makanan beku semakin sering dijadikan sebagai pengganti makan utama. Fenomena ini mengubah struktur pemenuhan nutrisi harian.

"Pertanyaan yang sebenarnya, bukan apakah Gen Z lebih sering ngemil, melainkan apakah camilan tersebut menambah asupan gizi atau justru menggantikan asupan gizi?" ujar Darin.

Pilihan Camilan yang Lebih Sehat

Hasil survei menunjukkan 41% responden Gen Z lebih memilih camilan dibandingkan makanan lengkap, sementara pada keseluruhan responden angkanya mencapai 31%. Lebih dari sepertiga responden juga mengaku memiliki jenis camilan tertentu yang dinantikan sepanjang hari.

Di sisi lain, banyak responden yang menyatakan keinginan untuk memiliki pilihan camilan yang lebih sehat. Ahli gizi asal Inggris, Carrie Ruxton, mengatakan bahwa pemilihan waktu dan jenis camilan yang tepat dapat membantu mencegah penurunan energi pada sore hari.

"Mengonsumsi camilan dengan cermat dapat membantu menstabilkan energi dan mencegah penurunan tersebut," katanya.

Menurut Ruxton, tujuan utamanya bukan menghentikan kebiasaan ngemil secara total. Fokus utamanya adalah memilih jenis camilan yang mampu memberikan energi lebih tahan lama sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author