EFA Perpanjang Kontrak Hossam Hassan di Tengah Kontroversi Piala Dunia
Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) resmi memperpanjang kontrak pelatih kepala tim nasional Mesir Hossam Hassan selama empat tahun dalam rapat dewan direksi pada Kamis dini hari WIB setelah tim nasional tersingkir secara dramatis dari Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden EFA Hany Abo Rida di tengah berbagai sorotan tajam dan kontroversi yang menyelimuti sang pelatih usai kekalahan 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar di Atlanta, Selasa lalu.
Mesir yang sempat unggul dua gol terlebih dahulu lewat aksi Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan Mostafa Ziko pada menit ke-67 harus tersingkir akibat gol balasan Argentina melalui Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez di akhir laga.
Pascapertandingan, Hossam Hassan meluapkan rasa frustrasinya dengan melayangkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit asal Prancis Francois Letexier dan menuduh FIFA memberikan keberpihakan untuk menguntungkan tim lawan agar tetap bertahan di turnamen.
"Kami adalah tim yang lebih baik dan menerapkan strategi kami kepada lawan. Itu tidak adil. Saya tidak tahu mengapa gol kami dianulir," kata Hossam Hassan, Pelatih Timnas Mesir seperti dikutip dari Ahram.
Kemarahan Hassan juga berlanjut di lorong stadion saat ia terekam kamera melontarkan kata-kata pedas kepada pelatih Argentina Lionel Scaloni, sementara asistennya Ibrahim Hassan turut mengacungkan gestur menyilangkan tangan yang memicu ketegangan.
"Piala Dunia adalah tentang pemasaran. Mereka ingin Messi tetap berada di turnamen selama mungkin," tambah Hossam Hassan, Pelatih Timnas Mesir.
Selain perseteruan di lapangan, surat kabar Argentina Olé dan media Prancis L'Équipe menyoroti sikap Hassan serta para suporter di Bandara Al-Alamein Baru yang mengulangi gestur menyilangkan tangan tersebut dan dianggap meremehkan dugaan konotasi rasisme sebagai protes simbolis terhadap wasit.