Gus Ipul Tinjau Pentas Siswa Sekolah Rakyat di Lombok Barat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau penampilan bakat para siswa dalam acara open house Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (10/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Acara tersebut menampilkan berbagai keterampilan siswa seperti yel-yel, tarian tradisional, pencak silat, hingga drama mikro berbahasa Inggris dari beberapa perwakilan Sekolah Rakyat di wilayah Nusa Tenggara Barat. "Long ago, in Lombok, there lived a beautiful and wise princess named Mandalika," ujar sang narator drama dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).
Pertunjukan tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul, para orang tua, serta calon siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut.
"Alhamdulillah anak-anakku setelah satu tahun memperoleh pembelajaran, sekarang sudah tampak lebih percaya diri, semangat, optimis untuk meraih cita-citanya, dan saya lihat juga, Alhamdulillah sudah ada yang berprestasi," kata Saifullah Yusuf, Menteri Sosial. Penerimaan siswa di Sekolah Rakyat dilakukan melalui sistem penjangkauan langsung berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), bukan melalui pendaftaran reguler.
"Sekolah Rakyat menjangkau keluarga-keluarga yang belum beruntung, keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan, keluarga yang berada di desil satu (DTSEN), desil satu itu adalah keluarga yang secara sosial ekonomi berada pada peringkat paling bawah," jelas Saifullah Yusuf, Menteri Sosial. Program ini menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan bagi keluarga yang belum sejahtera.
"Untuk itu anak-anakku sekalian, yang calon-calon siswa ini, manfaatkan kesempatan ini dengan baik, manfaatkan kesempatan ini untuk meraih cita-citamu, sebagai persembahan dari Bapak Presiden Prabowo," ucap Saifullah Yusuf, Menteri Sosial. Pengelola sekolah dan tenaga kependidikan juga diimbau untuk menjaga integritas pelaksanaan program agar terhindar dari segala bentuk penyimpangan. "Sehingga tujuan daripada penyelenggaran sekolah rakyat ini, bisa benar-benar direalisasikan yaitu melahirkan anak-anak yang tangguh, anak-anak yang pintar, anak-anak yang berkarakter, anak-anak yang memiliki keterampilan," kata Saifullah Yusuf, Menteri Sosial.
Kehadiran fasilitas pendidikan gratis ini memberikan keringanan besar bagi para orang tua murid yang menghadapi kendala finansial dalam membiayakan sekolah anak mereka.
"Dan saya berterima kasih sekali kepada pak Presiden Prabowo, karena adanya sekolah ini, anak kami bisa mendapatkan pendidikan yang layak, bisa mencapai cita-citanya," kata Jannah, orang tua calon siswa. Saat ini telah beroperasi lima titik rintisan Sekolah Rakyat di Nusa Tenggara Barat, dengan target peresmian gedung permanen baru pada bulan ini.