Pedro Porro Tampil Cemerlang Bersama Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026
Bek kanan Tottenham Hotspur Pedro Porro tampil mendominasi bersama tim nasional Spanyol sepanjang turnamen Piala Dunia 2026 di Amerika Utara setelah berhasil membawa negaranya lolos ke babak perempat final.
Dilansir dari sports.yahoo.com, Spanyol berhasil menembus babak delapan besar usai menundukkan Portugal dengan skor tipis 1-0 pada Senin malam, setelah sebelumnya mengandaskan Austria 3-0 di babak 32 besar.
Porro menunjukkan performa bertahan yang solid dalam laga kontra Portugal dengan mencatatkan empat tekel, satu intersept, tiga sapuan, serta memenangi delapan dari 14 duel di lapangan.
"Pedro Porro has been a nuisance for Bruno Fernandes." ujar komentator Darragh Maloney melalui siaran radio Irlandia RTE.
Sebelumnya, pertunjukan gemilang Porro juga terlihat ketika ia menyumbangkan satu gol sundulan saat menghadapi Austria di Los Angeles Stadium.
"Very well, very well, I think that Lamine, the truth is that it is always difficult when you come back from injury, to pick up the pace again. It has happened to me many times when a disc injury comes, it is also difficult, but hey, we know the player who is Lamine – it is simply when to support him, when he needs it the most. So the truth is that many times it is more than what I have said before, to be focused on what I have to do, to be focused on what is good for him, and simply very happy, because every time the games happen, we understand each other better, and also the group notices it, and that is also important for all of us." kata Pedro Porro kepada para wartawan saat membahas rekannya, Lamine Yamal, sebagaimana dikutip dari themirror.com.
Keberhasilan mencetak gol di turnamen pertamanya ini diakui Porro mendatangkan kebahagiaan luar biasa, terutama karena disaksikan langsung oleh keluarganya di stadion.
"I have never thought about this," tutur Pedro Porro.
Pemain berusia 26 tahun tersebut menambahkan bahwa bermain dan mencetak gol di Piala Dunia merupakan impian masa kecil yang akhirnya menjadi kenyataan.
"It is true that you have been working since you were little to get to this moment. It is already difficult to debut in a World Cup with your country. To score a goal in my first World Cup is very happy, especially for the family that has been here supporting me, both those who are in Spain, and surely that 2010 kid, that kid who celebrated the title of Spain, today there he could score a goal. The truth is that I am very happy." ucap Pedro Porro.
Kehadiran orang tua, istri, dan anaknya di tribune stadion diakui memberikan motivasi tambahan yang sangat besar bagi dirinya.
"Yes, very happy, especially for what you have said, to have my parents, my wife, my children here, the truth is that it gives you a plus, I have always celebrated more," ungkap Pedro Porro.
Dia juga menceritakan momen emosional mengenai selebrasi golnya yang dipersembahkan secara khusus untuk sang anak tercinta.
"My wife sent me a photo yesterday with the little ball he has and holding his hand up, that's why I sat on the grass and the truth is that tomorrow when he understands what it means for me, that my son is scoring, I will be very happy. " jelas Pedro Porro.
Perjalanan karier besar Porro hingga mencapai level dunia ini tidak lepas dari masa lalunya yang penuh perjuangan di Don Benito, sebuah kota kecil di wilayah Extremadura.
"Dia menghabiskan banyak waktu di sini. Dia selalu berada di lapangan, bahkan ketika tidak ada sesi Latihan. Seringkali dia meminta izin kepada pelatih tim lain agar diperbolehkan bermain bersama mereka," ujar Carlos Moreno, mantan pelatih masa kecilnya di Gimnastico Don Benito kepada rri.co.id.
Keluarga Porro hidup dalam kesederhanaan, di mana ibunya bekerja di supermarket dan ayahnya bekerja serabutan, sehingga kakeknya yang bernama Antonio selalu setia menemani latihan.
"Kakeknya selalu datang, baik saat latihan maupun pertandingan, kandang ataupun tandang, tidak peduli cuaca panas, dingin, atau hujan. Beliau selalu ada," kenang Carlos Moreno.
Moreno menceritakan bahwa sifat kompetitif dan mentalitas juara Porro sudah terlihat menonjol sejak ia masih berusia sangat muda.
"Namun, yang benar-benar membedakannya dari pemain lain adalah mentalitas juaranya, naluri kompetitifnya. Kadang muncul keluhan atau perdebatan karena dia menuntut rekan-rekannya memberikan standar yang sama seperti yang ia tuntut dari dirinya sendiri," tambah Carlos Moreno.
Meskipun sangat kompetitif dan tegas di lapangan pertandingan, Porro dikenal sebagai sosok yang sangat jenaka dan hangat dalam kehidupan sehari-hari.
"Di luar lapangan, Pedro selalu membawa kebahagiaan. Dia anak yang sangat lucu dan spontan, sosok yang mudah disukai banyak orang. Di dalam bus, dia selalu melontarkan lelucon. Bahkan, teman-teman yang dikenalnya pada masa itu masih tetap dekat dengannya dan mereka rutin berkumpul setiap kali Porro pulang ke Don Benito,” papar Carlos Moreno.
Wilayah Extremadura yang terisolasi sempat membuat bakat hebat Porro hampir tidak terpantau oleh para pencari bakat klub besar Spanyol.
"Wilayah ini sering terlupakan, sehingga sangat jarang seorang pencari bakat datang ke sini. Namun, Pedro berhasil melangkah lebih jauh karena suatu hari dia pergi ke Madrid untuk membela tim perwakilan Extremadura. Kalau bukan karena pertandingan itu, mungkin dia tidak akan berada di posisinya sekarang karena tidak akan ada yang menemukannya," tandas Carlos Moreno.
Kini, Spanyol dijadwalkan bertanding menghadapi tim nasional Belgia pada Sabtu dini hari di Los Angeles Stadium untuk memperebutkan tiket menuju babak semifinal.