Desak Rita Tempati Peringkat 1 Dunia Panjat Tebing

Share

Prestasi gemilang diraih oleh atlet panjat tebing asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi. Dirinya kini menempati posisi nomor satu dunia pada disiplin Speed Putri.

Seperti dilansir dari HaiBunda, pencapaian tersebut diraih usai sang atlet tampil memukau dalam ajang World Climbing Series Krakow di Polandia pada 3-5 Juli 2026.

Keberhasilan membawa pulang medali emas pada nomor Speed Putri serta medali perunggu di kategori Speed Estafet Putri mendongkrak raihan poin miliknya.

Desak Rita kini mengoleksi total 3.670 poin di peringkat dunia. Jumlah ini membawanya unggul atas atlet perwakilan tuan rumah, Aleksandra Miroslaw.

Catatan tersebut sekaligus memosisikan dirinya sebagai satu-satunya atlet dari Asia Tenggara yang mampu menembus jajaran 10 besar dunia.

Atlet yang lahir di Buleleng pada 24 Januari 2001 ini sudah menggeluti dunia panjat tebing sejak duduk di bangku kelas 2 SD.

Kala itu, Desak Rita menjalani latihan di bawah arahan langsung dari bibinya yang berprofesi sebagai pelatih olahraga tersebut.

Minat serta kemampuannya terus terasah secara konsisten, khususnya untuk kategori speed hingga dirinya berkembang menjadi atlet berprestasi.

Berbagai kompetisi di tingkat lokal berhasil dimenangi sebelum akhirnya ia melangkah ke panggung olahraga tingkat nasional.

Ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Speed World Record Youth dan Boulder Youth 2018 di Riau menjadi turnamen nasional pertamanya yang langsung menghasilkan dua medali emas.

Kemampuannya kian meningkat pascakejurnas. Tiga tahun berselang, ia menjalani laga debut pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

Dalam kompetisi tersebut, Desak Rita menyumbangkan medali emas untuk kontingen Bali. Performa ini memikat perhatian Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Dirinya kemudian dipanggil untuk masuk ke dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) demi mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan panjat tebing tingkat Asia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author