Oleksandr Usyk Pertahankan Gelar Juara Dunia Melawan Rico Verhoeven

Share

Petinju Oleksandr Usyk mempertahankan sabuk gelar juara dunia kelas berat miliknya dengan menghadapi ikon kickboxing Rico Verhoeven dalam pertarungan di Piramida Giza, Mesir, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Dilansir dari bbc.com, Verhoeven tampil agresif dan mencoba menekan Usyk, namun sang juara bertahan asal Ukraina mampu mendaratkan pukulan tangan kanan yang telak dan menyulitkan lawannya.

Meskipun Verhoeven sempat mendaratkan pukulan lurus kanan, Usyk langsung membalasnya dengan sebuah pukulan uppercut kiri yang dinilai sangat mengesankan.

Pihak penyelenggara memperkirakan laga ini menghasilkan pendapatan jutaan dolar bagi kedua petinju, meskipun angka resmi untuk bayaran mereka belum dirilis.

Dilansir dari thesportster.com, estimasi realistis untuk bayaran bergaransi Usyk berada di angka 25 juta hingga 40 juta dolar AS, sementara Verhoeven diperkirakan menerima antara 4 juta hingga 8 juta dolar AS.

Pendapatan total Usyk bisa meningkat menjadi 35 juta hingga 50 juta dolar AS jika ditambah pemasukan dari pay-per-view (PPV) DAZN, sponsor, dan bonus acara.

Sementara itu, total pendapatan Verhoeven dari laga lintas disiplin ini diperkirakan bisa mencapai antara 6 juta hingga 12 juta dolar AS.

Setelah memenangkan laga lain di ajang yang sama, petinju Hamzah Sheeraz memberikan pernyataannya kepada DAZN mengenai kemenangan dan langkah karier ke depannya.

"First of all, thanks to the mighty Allah, always. Massive thank you to [Turki Al-Sheikh] for the opportunity." kata Hamzah Sheeraz, Petinju.

Sheeraz merasa telah melakukan apa yang seharusnya dilakukan di atas ring malam itu untuk melangkah ke panggung dunia.

"To be honest, I did what I was meant to do tonight. Now it has got me on to the world stage and I am calling on all of the 168-pounders." kata Hamzah Sheeraz, Petinju.

Ia juga menyebut performa klub sepak bola Arsenal memberikan motivasi dan tekanan tersendiri bagi penampilannya.

"Arsenal set the tone and put a bit of pressure on me. I have handed the baton back to them and hopefully they can do the double [by winning the Champions League]." kata Hamzah Sheeraz, Petinju.

Mengenai jalannya pertandingan yang ia lakoni, Sheeraz menilai lawannya bermain sangat negatif sejak pukulan pertama mendarat.

"It was simple. I saw he was very negative from when I landed the first punch. After that, it was about walking him down and getting out of there. That is what we've done." kata Hamzah Sheeraz, Petinju.

Sheeraz kemudian menegaskan kesiapannya untuk menghadapi siapa pun di masa mendatang, termasuk potensi melawan Canelo Alvarez.

"I'll fight anyone. There is boxing royalty ringside and I want to follow in their footsteps. I am beating whoever is in front of me. If Canelo wins [against Christian Mbilli], it's up to him. I believe he is one of the GOATs of boxing; to share the ring with him would be an honour. If I got the opportunity, I would get the win for sure." kata Hamzah Sheeraz, Petinju.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author