Tencent Jajaki Akuisisi Saham Manus Setelah Meta Ditolak Beijing
Tencent Holdings Ltd. dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk menjadi pemegang saham terbesar di Manus, sebuah perusahaan pionir agen kecerdasan buatan (AI) asal China, setelah rencana akuisisi oleh Meta Platforms Inc. diblokir oleh pemerintah Beijing pada Jumat, 10 Juli 2026.
Langkah ini diambil oleh Tencent bersama sejumlah investor awal Manus lainnya, termasuk perusahaan pemodal ventura ZhenFund dan HSG, yang sebelumnya dikenal sebagai Sequoia Capital China. Kesepakatan yang sedang dibahas tersebut bernilai sama dengan valuasi penawaran Meta sebelumnya, yakni sebesar US$2 miliar, dilansir dari Bloombergtechnoz yang mengutip laporan Financial Times.
Hingga saat ini, pihak Tencent dilaporkan belum segera memberikan respons atau tanggapan resmi mengenai permintaan komentar terkait kelanjutan pembicaraan kesepakatan investasi tersebut.
Sebelumnya, rencana pembelian Manus oleh Meta sempat mendapat apresiasi sebagai contoh bagi startup AI China yang berhasil menembus pasar global. Namun, aksi korporasi itu segera memicu kritik tajam karena dinilai menyerahkan teknologi krusial kepada kompetitor geopolitik, hingga berujung pada investigasi mendalam terkait kontrol ekspor teknologi selama berbulan-bulan.
Regulator China akhirnya mengambil keputusan tegas untuk memblokir kesepakatan tersebut pada April lalu, yang kemudian memicu proses pemisahan transaksi yang rumit atas kesepakatan yang sebenarnya telah diselesaikan oleh kedua belah pihak.
Meta diketahui telah merampungkan pemisahan operasional dari Manus dan menghentikan seluruh aktivitas pertukaran data antara kedua perusahaan sejak Juni lalu. Kebijakan ini secara efektif membangun tembok pembatas yang memisahkan seluruh entitas dan operasional kedua perusahaan teknologi tersebut.
Pemerintah Beijing dalam beberapa bulan terakhir memang memperketat pengawasan dengan melarang raksasa teknologi domestik, termasuk ByteDance Ltd. dan Moonshot AI, untuk mendapatkan modal dari investor Amerika Serikat tanpa izin resmi. Selain itu, penindakan juga kerap dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan China di luar negeri yang berniat untuk melakukan penawaran saham perdana atau go public di bursa Hong Kong.