Telkomsel Siapkan Ratusan Gerai GraPARI untuk Registrasi Biometrik Wajah
Langkah baru diterapkan dalam pengaktifan nomor seluler prabayar melalui pemindaian wajah. Dikutip dari Detik iNET, operator seluler Telkomsel kini menyiagakan ratusan gerai GraPARI serta ribuan petugas demi melayani proses registrasi data biometrik tersebut.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi menyampaikan bahwa perusahaan mendukung penuh implementasi Registrasi Biometrik Nasional. Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari langkah menciptakan ekosistem digital yang lebih aman sekaligus menyokong regulasi pemerintah.
"Telkomsel mendukung implementasi Registrasi Biometrik Nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan identitas digital pelanggan sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital," kata Abdullah Fahmi.
Proses pendaftaran ini memanfaatkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) yang terintegrasi dengan data kependudukan resmi. Metode tersebut diharapkan dapat menekan potensi penyalahgunaan identitas dalam pendaftaran kartu SIM.
"Proses ini membantu mengurangi risiko penyalahgunaan identitas, registrasi tidak sah, maupun berbagai bentuk kejahatan digital seperti scam, phishing, dan fraud," ujar Abdullah Fahmi.
Bagi Telkomsel, penerapan sistem biometrik ini bukan sekadar untuk mematuhi regulasi yang berlaku. Langkah ini juga ditujukan untuk memberikan pengalaman digital yang jauh lebih aman serta nyaman untuk para pelanggan.
Penerapan sistem pendaftaran ini dijalankan bertahap lewat program percontohan yang sudah berjalan sejak tahun 2025. Guna mempermudah pelanggan di lapangan, Telkomsel menyediakan 465 gerai GraPARI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Perusahaan juga membekali hampir 3.000 petugas frontliner untuk memandu masyarakat. Petugas ini bersiaga memberikan bantuan langsung bagi pelanggan yang memerlukan pendampingan selama proses verifikasi wajah.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan pelanggan memperoleh pengalaman yang mudah, jelas, dan nyaman, termasuk bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan langsung saat melakukan registrasi," ucap Abdullah Fahmi.
Selain menyediakan layanan di gerai fisik, Telkomsel menghadirkan pilihan platform digital. Melalui kanal daring tersebut, pelanggan bisa melakukan proses registrasi biometrik secara mandiri sesuai dengan regulasi baku.
"Dengan pendekatan ini, pelanggan dapat memilih kanal yang paling sesuai dengan kebutuhannya, sembari tetap mendapatkan perlindungan identitas yang lebih kuat," tutur Abdullah Fahmi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sendiri resmi memberlakukan aturan registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah ini sejak 1 Juli 2026. Regulasi baru ini memperketat validasi identitas pengguna guna memberantas penggunaan data palsu, penipuan, phishing, hingga penyebaran spam.