Pemerintah Targetkan Mandatori Etanol 10 Persen Mulai 2027

Share

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penerapan mandatori pencampuran etanol sebesar 10 persen ke dalam bahan bakar minyak jenis bensin pada tahun 2027. Kebijakan ini diambil menyusul peresmian program biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (9/6/2026), seperti dilansir dari Detik Finance.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi biodiesel B50 mendorong pemerintah untuk mengejar program serupa untuk bahan bakar bensin. Target awal pencampuran bioetanol direncanakan berkisar antara 10 hingga 20 persen dalam beberapa tahun mendatang.

"Nah arahan Bapak Presiden, etanol kita harus lakukan, maka mandatori kita akan lakukan 2027, tahap pertama 10% sampai dengan 20%, sehingga etanol ini akan bisa mengikuti jejak daripada biodiesel," ujar Bahlil dalam peluncuran B50 di Rest Area KM 57, Tol Japek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/6/2026) kemarin.

Langkah pemanfaatan bioetanol ditopang oleh melimpahnya ketersediaan bahan baku domestik seperti tebu, singkong, dan jagung. Bahlil menambahkan bahwa pengembangan komoditas tersebut nantinya melibatkan sinergi lintas sektor usaha nasional.

"Jadi tebu, singkong, kemudian jagung, dan itu akan dikelola bersama-sama baik Danantara maupun Pertamina dan swasta yang lain," kata Bahlil.

Melalui program mandatori energi terbarukan ini, pemerintah berkomitmen memperkuat kemandirian energi nasional. Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimismenya bahwa implementasi bahan bakar nabati yang masif dapat menghentikan ketergantungan impor solar.

"Dari sejak saya belum dilantik sampai saya dilantik saya teruskan dorong dan menuntut tim saya kemandirian energi. B40 itu tidak cukup, bahkan pada saat itu saya mendorong ke arah B100," ungkap Prabowo saat bicara dalam peluncuran B50.

Keputusan penerapan tingkat campuran minyak sawit sebesar 50 persen tersebut didasarkan pada kajian teknis para menteri kabinet. Kebijakan biodiesel B50 ini diklaim menjadi pencapaian signifikan dalam mengurangi arus modal keluar untuk pembelian bahan bakar asing.

"Tapi menteri saya yakinkan saya dengan adanya B50 saja kita tak impor solar lagi dari luar negeri. Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa luar biasa," ujar Prabowo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author